bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

BI dan Anggota Komisi XI DPR RI Sosialisasikan QRIS

0

CIANJUR – Bank Indonesia (BI) menggencarkan sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Bersama anggota Komisi XI DPR RI, Irwan Ardi Hasman, sosialisasi dilakukan kepada berbagai elemen masyarakat Kabupaten Cianjur.

Irwan menuturkan, QRIS merupakan salah satu sistem pembayaran nontunai yang sebetulnya sudah ada sejak lama. Namun tren penggunaannya mulai menggeliat saat terjadi pandemi covid-19.

“Banyak keuntungan menggunakan sistem QRIS ini. Bisa lebih mudah, cepat, aman, dan andal. Data dari BI, merchant QRIS di Kabupaten Cianjur itu baru sekitar 10 ribuan. Kalau secara nasional pengguna merchant QIRS itu mencapai 38,5 juta,” kata Irwan seusai sosialisasi QRIS di salah satu tempat di Jalan Arief Rahman Hakim, Kabupaten Cianjur, Senin (31/7/2023).

Baca juga: Cianjur Predikat ke-4 Kemudahan Investasi di Indonesia, Kang Emil: Terima Kasih Bupati

Bagi Irwan, relatif kecilnya persentase pengguna merchant QRIS di Kabupaten Cianjur tentu perlu digencarkan kembali edukasi kepada masyarakat berkaitan berbagai keuntungan menggunakan sistem pembayaran nontunai tersebut. Pada era disrupsi teknologi saat ini, masyarakat harus mulai terbiasa dengan perkembangan digitalisasi pada berbagai sektor.

“Masyarakat Cianjur jangan ‘buta’ digitalisasi. Mungkin di lain kesempatan, kami bersama BI akan coba melatih masyarakat agar melek teknologi,” tegas mantan anggota Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Masyarakat pun dituntut adaptif dengan peluang digitalisasi saat ini. Misalnya, angkatan kerja di Kabupaten Cianjur yang mencapai sekitar 800 ribu orang, harus mulai berinovasi menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan teknologi.

“Mereka tidak perlu mencari pekerjaan ke perusahaan-perusahaan. Tapi bagaimana nanti mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan memaksimalkan teknologi dan digitalisasi,” pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar III meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Bambang Pramono menambahkan, sosialisasi QRIS sebagai inovasi digital sistem pembayaran di Indonesia dipandang penting dilakukan kepada berbagai kalangan masyarakat. Tak hanya masyarakat umum, tapi juga para pelaku usaha, pedagang, termasuk perekonomian.

“Seandainya nanti nontunai sudah banyak digunakan masyarakat, maka ini bisa menghemat pencetakan uang,” ujar Bambang.

Setelah menggunakan QRIS, kata Bambang, masyarakat tidak harus ribet membawa uang receh ataupun bawa dompet.

“Tinggal menggunakan handphone, masyarakat sudah bisa melakukan pembayaran atau transaksi,” tuturnya.

Pada konteks perekonomian, lanjut Bambang, akan bisa membantu lebih cepat dan efisien. Sebab, transaksi bisa langsung dilakukan. “Transaksinya bisa dilakukan selama 24 jam, tanpa harus menunggu,” pungkasnya. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html