CIANJUR – Jagat dunia maya diramaikan dengan postingan yang viral di medsos (media sosial) soal keluhan pelayanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Cuitan di media sosial itu diposting akun Instagram bernama Bang Yos.
Pada postingannya, akun Bang Yos menceritakan pengalamannya saat mendaki ke Gunung Gede. Kala itu salah seorang rekan pendaki yang tergabung pada rombomgan mengalami cedera pada pergelangan kaki.
Rombongan pendaki berupaya meminta bantuan kepada ranger. Namun upaya itu sia-sia karena tidak ada satupun ranger yang menjemput.
Baca juga: Jalur Pendakian Via Cibodas Dibuka Kembali
Hingga akhirnya rombongan pendaki mengevakuasi mandiri rekannya yang mengalami cedera.
Akun Bang Yos menceritakan, rombongan yang berjumlah 17 orang melakukan pendakian pada Sabtu (2/9/2023). Saat perjalanan pendakian, rekan mereka, Aldo Gusivrd tergelincir hingga mengalami cedera pada bagian engkel kaki.
“Pada Sabtu 2 September 2023 kami melakukan pendakian melalui jalur Gunung Putri. Kami mendaki secara resmi dengan mendaftar melalui online sesuai Simaksi. Saat pendakian, rekan kami yang membawa mengalami cedera pada bagian engkel,” ucap Bang Yos saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (6/9/2023).
Aldo harus diistirahatkan di Pos 3. Saat itu sudah ada pendaki lain yang membantu merawatnya. “Di Pos 3 sudah mendirikan tenda dan memakai safety blanket,” jelasnya.
Baca juga: Jalur Pendakian Via Cibodas Ditutup Sementara
Bang Yos mengaku sudah menginformasikan kondisi yang dialami rekannya kepada ranger. Ia pun meminta bantuan agar rekannya segera dievakuasi.
Bantuan yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang hingga Minggu (3/9/2023) siang. Akhirnya diputuskan melakukan evakuasi mandiri dari Pos 3 menuju ke basecamp.
“Kami evakuasi dengan cara menggendong bergantian. Makanya perjalanan dari Pos 3 ke basecamp memerlukan waktu 8 jam dari normalnya sekitar 3-4 jam,” ungkapnya.
Di basecamp pendaki yang cedera mendapatkan penanganan sementara dengan cara dipijat. Pendaki itu segera dibawa pulang untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: Pendaki Ilegal Terjaring Patroli, 13 di Antaranya Di-blacklist
Bang Yos menyayangkan kurang responsnya pihak Balai Besar TNGGP. Padahal, sebutnya, setiap pendaki yang mendaftar resmi secara otomatis akan mendapatkan asuransi
“Berulang kali kami minta bantuan ke ranger. Tapi tidak ada yang datang,” pungkasnya.
Kepala Bidang Pendakian Taman Nasional 1 TNGGP Cianjur Lana Sari, membantah kurang responsnya terhadap pendaki yang membutuhkan bantuan. Lana pun memastikan tidak menerima laporan permintaan evakuasi atas nama Aldo atau Muhammad Gustirivaldo.
“Kami tidak menerima adanya laporan. Jika menerima laporan evakuasi tentunya akan segera melaksanakan evakuasi. Setelah kami telusuri, informasinya pendaki tersebut melaporkan membutuhkan evakuasi ke ranger BC Yaman, bukan ke petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” kata Lana.
Menurut Lana kemungkinan pendaki mengira sudah melapor ke petugas. Padahal laporannya kepada ranger atau sebatas basecamp.
“Mungkin mengira ranger itu adalah petugas TNGGP. Padahal bukan. Kita kan punya call center pendakian. Mereka tidak mengontak ke nomor tersebut,” jelasnya.
Baca juga: Pendakian ke Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara
Lana juga mengungkapkan identitas pendaki tersebut diduga tidak sesuai atau berbeda dengan di aplikasi.
“Data di aplikasi berbeda dengan identitas asli dari pendaki tersebut. Sehingga diduga pendakinya illegal. Kami mengimbau agar para pendaki mengikuti aturan yang berlaku dan bisa segera melapor ke call center atau petugas resmi jika memang memerlukan bantuan, apalagi untuk evakuasi,” pungkasnya. (red)

[…] Baca juga: Viral di Medsos, Pendaki Evakuasi Mandiri Rekannya yang Cedera […]