CIANJUR – Rombongan pendaki asal Purwakarta berang dituding manipulasi data identitas saat mendaki ke kawasan Gunung Gede Pangrango. Mereka pun membantah tudingan Balai Besar Taman Nasional Gede Pangrango (TNGGP).
Seperti diberitakan sebelumnya, tuduhan itu muncul menyusul adanya salah seorang pendaki dari rombongan tersebut yang mengalami cedera. Namun karena tidak ada bantuan, akhirnya tim pendaki mengevakuasi rekan mereka secara mandiri.
Bang Yos, pentolan tim pendaki, menegaskan ia bersama rekan-rekannyaz termasuk yang mengalami cedera, sudah terdaftar secara resmi melalui Sistem Pendaftaran Online Pendakian (Simaksi). Mereka semuanya mendaftarkan diri sesuai dokumen identitas asli.
Baca juga: Viral di Medsos, Pendaki Evakuasi Mandiri Rekannya yang Cedera
“Rekan kami yang cedera bukan pendaki ilegal. Ia terdaftar pada Simaksi sesuai identitas asli,” tegas Bang Yos dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (7/9/2023).
Sesuai jadwal, mereka melakukan pendakian ke Gunung Gede Pangrango pada 2-3 September 2023. Bang Yos pun menyayangkan adanya tuduhan tersebut karena tidak sesuai kenyataan. “Identitas yang terdaftar pada Simaksi itu sesuai aslinya. Jadi, kami dan rekan yang cedera bukan ilegal,” ujarnya.
Bang Yos pun memastikan tujuannya memposting kejadian yang dialami rekannya untuk mengingatkan dan pembenahan di lingkup Balai Besar TNGGP. Artinya, harus ada tindakan cepat membantu para pendaki yang mengalami kendala di lapangan.
Baca juga: Jalur Pendakian Via Cibodas Dibuka Kembali
“Kalau dulu, tindakannya sangat cepat tanggap. Nah, sekarang kok jadi lambat gini. Benerin lagi upaya-upaya penanganan bagi pendaki yang mengalami kendala,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, jagat dunia maya diramaikan dengan postingan di media sosial soal keluhan pelayanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Cuitan di media sosial itu diposting akun Instagram bernama Bang Yos.
Pada postingannya, akun Bang Yos menceritakan pengalamannya saat mendaki ke Gunung Gede. Kala itu salah seorang rekan pendaki yang tergabung pada rombomgan mengalami cedera pada pergelangan kaki.
Baca juga: Jalur Pendakian Via Cibodas Ditutup Sementara
Rombongan pendaki berupaya meminta bantuan kepada ranger. Namun upaya itu sia-sia karena tidak ada satupun ranger yang menjemput.
Hingga akhirnya rombongan pendaki mengevakuasi mandiri rekannya yang mengalami cedera.
Akun Bang Yos menceritakan, rombongan yang berjumlah 17 orang melakukan pendakian pada Sabtu (2/9/2023). Saat perjalanan pendakian, rekan mereka, Aldo Gusivrd tergelincir hingga mengalami cedera pada bagian engkel kaki. (red)
