CIANJUR – Jumlah peserta didik di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Cianjur masih relatif rendah. Padahal, PAUD merupakan ‘kawah candradimuka’ bagi peserta didik prasekolah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan masih rendahnya jumlah peserta PAUD bisa dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) serta angka partisipasi murni (APM). APK merupakan jumlah penduduk yang sedang bersekolah dan APM merupakan jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah.
Baca juga: Bupati Launching Pelayanan Terpadu Disdikpora Cianjur
“Melihat data APK dan APM, untuk jenjang anak usia dini yang menjadi peserta didik PAUD sekitar 60 persen. Angkanya di bawah rata-rata jumlah penduduk yang menyekolahkan anak mereka,” kata Ruhli, belum lama ini.
Hingga saat ini jumlah PAUD di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak 1.700-an unit. Secara spesifik terdiri dari TK, kelompok bermain, dan SPS.
Baca juga: Disdikpora Masih Kekurangan Tenda Darurat untuk KBM
“Tentu kami berharap ada perubahan pola pikir bagi orangtua agar mereka menyekolahkan dulu anaknya ke PAUD sebelum masuk ke tingkat SD,” sebutnya.
Perlu kerja sama dari berbagai elemen mengedukasi masyarakat mengenai jenjang pendidikan. Artinya, Disdikpora akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyadartahukan para orangtua pentingnya pendidikan prasekolah.
Baca juga: Bupati Cianjur Lantik Ratusan Pegawai di Lingkup Disdikpora dan Dinkes
“Koordinasinya dengan OPD, kecamatan, maupun pihak lain untuk bersama-sama menyosialisasikan pendidikan prasekolah,” pungkasnya. (red)
