CIANJUR – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, masih membutuhkan tenda untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) sekitar 163 unit.
Plt Disdikpora Kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim, mengatakan, telah menggelar kegiatan bertema ‘Hayu Urang Sakola Deui’.
Dalam kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian bantuan school kit bagi siswa, bantuan donasi bagi sekolah terdampak bencana, dan santunan korban meninggal dunia.
Tujuan kegiatan tersebut untuk membangkitkan kembali semangat belajar mengajar di Kabupaten Cianjur pasca terjadinya musibah gempa bumi.
“Kita berkomitmen untuk melakukan pembelajaran secara utuh, sebenarnya kita sudah mulai dari tanggal 19. Kita mengingatkan kepada semua rekan-rekan bahwa memulihkan pembelajaran tidak mudah artinya semua perangkat harus tersedia,” kata Akib.
Ia mengatakan, untuk fasilitas sekolah yang terdampak gempa masih dilakukan pemetaan, sehingga sambil berjalan terus dilakukan pembelajaran darurat di tenda.
“Selain tenda juga nanti pihak sekolah menyiapkan ruang belajar yang masih bisa untuk segera memperbaiki, sehingga bisa menggunakan ruangan yang layak untuk belajar,” katanya.
Sampai saat ini masih pihak Disdikpora juga masih membutuhkan tenda darurat untuk pelaksanaan proses pemulihan belajar siswa khususnya bagi siswa yang terdampak gempa bumi.
Akib mengatakan, saat ini masih membutuhkan sekitar 163 unit tenda untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
“Untuk sekolah dasar kita masih butuh banyak, untuk PAUD juga, tadi disampaikan kalau kekurangan tenda 163, tadi dari Kemendiknas sudah dikirim lagi, kalau tidak salah ada 60,” kata Akib.
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tenda, pihaknya sudah melakukan komiten dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menempati tenda komunal.
“Kebijakan pak bupati setelah masa tanggap darurat gempa, bergeser ke masa transisi pemulihan Cianjur, kan ada tenda komunal digeser ke tenda pendidikan sudah ada komitmen salah satunya memenuhi kebutuhan tenda belajar,” katanya.
Sementara bagi sekolah yang berada di jalur sesar Cugenang, pihak Disdikpora masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
“Relokasi tidak mudah artinya perlu berkoordinasi dengan berbagai. Informasi jalur gempa kan 10 meter ke kanan 10 ke kiri dari titik gempa, dan ini masih belum ada informasi secara spesifik jadi masih menunggu saat ini kita berupaya menampung agar berjalan dengan baik sambil berjalan,” katanya.
Akib juga mengatakan, jika nantinya sekolah yang berada di jalur yang dilarang untuk pembangunan, agar dilakukan relokasi tidak jauh dari pemukiman warga.
“Kan warga juga lebih memilih untuk sekolah yang dekat, nanti kalau direlokasi tempatnya di mana, tanahnya di mana, itu juga harus jelas,” katanya.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin mengatakan, untuk Bidang SMP masih kekurangan tenda untuk pembelajaran.
“Untuk tenda kita dari kebutuhan smp sebanyak 58 bagi sekolah terdampak dan baru kemaren ada 27 tenda jadi masih kurang tapi kan ada NJO juga mudah-mudahan bisa terpenuhi,” katanya.(rmd)

[…] Baca juga: Disdikpora Masih Kekurangan Tenda Darurat untuk KBM […]