CIANJUR – Jemaah haji asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang tergabung dalam kloter JKS 22 telah tiba di Asrama Haji Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, Rabu (3/7/2024).
Satu per satu para jemaah turun dari bus langsung menghampiri para keluarga dan disambut dengan isak tangis serta rangkulan, pelukan bahagian sebagai wujud syukur atas kedatangan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Rian Fauzi, menyebut, total jemaah haji yang tergabung dalam kloter JKS 22 sebanyak 432. Namun, dua di antaranya meninggal dunia.
“Jemaah haji yang datang ke asrama haji Cianjur sebanyak 430 dari total 432, dikarenakan yang dua meninggal dunia di tanah suci mekkah dikarenakan sakit,” tuturnya, Rabu (3/6/2024).
Kedua jemaah haji asal Cianjur yang meninggal dunia yakni Hosbiah (72), asal Desa Sindangsari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur. Ia meninggal pada Rabu 19 Juni 2024 di Rumah Sakit Mecca Medical Center Arab Saudi.
Sementara jemaah haji yang meninggal kedua yakni Neneh (87) asal Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur. Ia meninggal dunia pada Jumat 21 Juni 2024 di kamar hotel di Mekkah.
Menurut Rian, jemaah haji yang meninggal bukan dipicu karena suhu panas di tanah suci dan kelelahan. Melainkan keduanya meninggal karena riwayat penyakit dan faktor usia.
“Pada prinsipnya sudah waktunya meninggal, tapi emang faktor usia dan faktor juga penyakit bawaan. Karena emang berdasarkan riwayatnya juga ada salah satu penyakit yang dibawa sebelum naik haji,” jelasnya.
Menurutnya, sebanyak 430 jemaah yang telah tiba akan dipantau oleh tim dari Puskesmas sesuai dengan alamatnya masing-masing selama 21 hari kedepan.
“Para jemaah akan dipantau oleh Dinas Kesehatan Cianjur melalui Puskesmas sesuai peraturan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur,” tutupnya.(*/rmd)
