bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Pascagempa Pasokan Air Mati Sebulan, Warga Keluhkan Tagihan dari Perumdam

2

CIANJUR – Warga di Kampung Tegallega, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, keluhkan tagihan pembayaran air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur di Desember 2022 dan awal Januari 2023.

Sebab, pascagempa bumi pada 21 November 2022 lalu, pasokan air dari perusahaan milik daerah itu mati total selama 1 bulan.

Dicki Nurul Hadi (32), warga Kampung Tegallega RT 01/RW 07, mengatakan, pasokan air Perumdam pada kejadian gempa mati total hingga 4 Januari 2023. Pada 6 Desember muncul tagihan senilai Rp67.500 dan sudah dibayar.

“Tadi pagi (kemarin, red) dicek ada tagihan lagi dengan nominal yang sama. Padahal dalam sebulan full dari tanggal 21 November-21 Desember pasokan air mati total,” kata dia, Kamis (5/1/2022).

Dia berharap pasokan air Perumdam segera lancar tidak ada kendala. Lakukan perbaikan secara bekala apalagi setelah terjadi bencana gempa.

“Pasokan air di hari-hari biasa saja engga normal. Sedangkan pembayaran tidak pernah nunggak, ” ungkapnya.

Hal sama dikeluhkan Nay Jamilla, warga Kampung Tegallega RT 01/RW 07. Dia mengaku dapat tagihan sekitar Rp150 ribu pada 4 Januari untuk pembayaran Desember. Padahal, sejak 21 November pasokan air perumdam mati total.

“Pasokan air perumdam mati total selama sebulan. Mohon perhatiannya untuk perumdam. Saya pribadi minta kejelasan estimasi waktunya sampai kapan air mati total gini?” tuturnya.

Dia menyebutkan, kebutuhan air bersih sifatnya mendesak. Sehari saja tidak ada bantuan air bersih yang dikirim truk tanki PMI , warga kalangkabut cari air bersih. Bagi warga yang mampu mungkin terpaksa bisa beli air galon isi ulang, tapi tidak semua warga bisa.

“Sampai sekarang pasokan air masih mati total. Sudah 6 minggu, ” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan, pasokan air mati pada 21 November ketika terjadi gempa bumi. Jadi pelanggan bayar tagihan air itu sebelum terjadi gempa.

“Kan tagihan itu airnya dipakai dulu, baru bayar. Bukan bayar dulu, air lalu dipakai. Misalnya pelanggan yang bayar di awal bulan Desember, berarti pemakaian airnya dari awal November,” tuturnya.

Di sisi lain, Budi meminta maaf kepada pelanggannya atas tersendatnya pasokan air perumdam pascagempa bumi. Sebab, kerusakan pada pipa cukup parah dan terjadi di beberapa titik.

“Ada sekitar 2 ribu pelanggan yang terganggu pasca kejadian bencana. Tapi sekarang sudah hampir 100 persen perbaikan selesai,” pungkasnya.(rmd)

 

2 Comments
  1. […] Baca juga: Pascagempa Pasokan Air Mati Sebulan, Warga Keluhkan Tagihan dari Perumdam […]

  2. […] Baca juga: Pascagempa Pasokan Air Mati Sebulan, Warga Keluhkan Tagihan dari Perumdam […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html