bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Metode Pembelajaran Siswa SD Masih Fun Game Sebagai Trauma Healing

0

CIANJUR – Sejumlah murid di beberapa sekolah terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat.

Meski KBM belum efektif dan masih banyak keterbatasan, namun sejumlah murid sangat antusias mengikuti trauma healing yang diberikan.

Kepala Sekolah SDN Karangtengah, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Lilis Nuraeni mengatakan, saat ini sejumlah siswa cukup antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di tenda darurat.

“Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpor) kegiatan trauma healing ini sudah berjalan dua pekan. Selama kegiatan trauma healing ini para murid cukup antusias,” katanya pada wartawan, Senin (19/12/2022).

Selain itu, dia mengatakan, dari seluruh murid yang tercatat sekitar 80 persen terdampak gempa. Namun bangunan sekolah tidak terdampak hanya mengalami retak.

“Karena hampir seluruh murid terdampak gempa, mereka sekarang membutuhkan bantuan seragam dan beberapa perlengkapan untuk kegiatan belajar,” kata dia.

Hal serupa diungkapkan, Kepala Sekolah SDN Mitra Bakti, Desa Galudra, Kecamatan Cugenang Sri Yusniva Devi mengungkapkan, kegiatan pembelajaran yang digelar di tenda darurat masih mengunakan metode fun game, dan yang bersifat represing.

“Meksi kegiatan belajar darurat ini sudah mulai bejalan, namun daftar hadirnya belum mencapai 100 persen, karena merek masih mengalami trauma setelah terjadinya gempa bumi,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu arahan dari Disdikpora Kabupaten Cianjur terkait dengan kegiatan sekolah selanjutnya.(CIANJUR – Sejumlah murid di beberapa sekolah terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat.

Meski KBM belum efektif dan masih banyak keterbatasan, namun sejumlah murid sangat antusias mengikuti trauma healing yang diberikan.

Kepala Sekolah SDN Karangtengah, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Lilis Nuraeni mengatakan, saat ini sejumlah siswa cukup antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di tenda darurat.

“Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpor) kegiatan trauma healing ini sudah berjalan dua pekan. Selama kegiatan trauma healing ini para murid cukup antusias,” katanya pada wartawan, Senin (19/12/2022).

Selain itu, dia mengatakan, dari seluruh murid yang tercatat sekitar 80 persen terdampak gempa. Namun bangunan sekolah tidak terdampak hanya mengalami retak.

“Karena hampir seluruh murid terdampak gempa, mereka sekarang membutuhkan bantuan seragam dan beberapa perlengkapan untuk kegiatan belajar,” kata dia.

Hal serupa diungkapkan, Kepala Sekolah SDN Mitra Bakti, Desa Galudra, Kecamatan Cugenang Sri Yusniva Devi mengungkapkan, kegiatan pembelajaran yang digelar di tenda darurat masih mengunakan metode fun game, dan yang bersifat represing.

“Meksi kegiatan belajar darurat ini sudah mulai bejalan, namun daftar hadirnya belum mencapai 100 persen, karena merek masih mengalami trauma setelah terjadinya gempa bumi,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu arahan dari Disdikpora Kabupaten Cianjur terkait dengan kegiatan sekolah selanjutnya.(nov)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html