bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Kepsek Dibina, Herman: Dongkrak IPM, Jangan Coba-coba Korupsi!

2

CIANJUR – Pendidikan menjadi sektor yang saat ini terus didorong Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM). Upayanya dimulai dengan membenahi rata-rata lama sekolah di semua tingkatan.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, menegaskan hal tersebut di hadapan para kepala SD serta pengawas yang mengikuti kegiatan pembinaan di Gedung Pemuda, Jumat (11/11). Pada kesempatan itu Herman mengingatkan kepala sekolah agar tidak mewariskan yang tidak baik ke depan.

“Bagaimana caranya? Semua lulusan SD wajib melanjutkan pendidikannya ke SMP. Semua datanya harus dilaporkan ke saya, sehingga ke depan tidak ada lagi lulusan SD yang menganggur,” tegas Herman seusai kegiatan pembinaan kepala sekolah dan pengawas tingkat SD.

Setiap guru maupun kepala sekolah, sebut Herman, diwajibkan melakukan visitasi ke rumah orangtua siswa. Langkah itu dilakukan agar terbentuk komunikasi antara sekolah dengan orangtua untuk memantau perkembangan secara akademik maupun nonakademik.

“Beritahu (orangtua) kondisi anak mereka. Jadi orangtua juga bisa ikut menjaga dan mendidik anak mereka,” ucapnya.

Pada kesempatan pembinaan, Herman mengingatkan para kepala sekolah tak bermain api mempermainkan berbagai dana bantuan yang diterima. Semua bantuan harus transparan dan akuntabel.

“Jangan ada yang berusaha korupsi. Kalau ada yang coba-coba, segera laporkan ke saya,” tegas Herman.

Herman menyakini dengan upaya pembenahan terkonsep yang dilakukan setahap demi setahap, bisa mendongrak IPM. Termasuk mendorong peningkatan angka harapan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Saya ingin usia harapan ingin sekolahnya naik. Kabupaten Cianjur baru sampai 18 tahun (setingkat SMA). Kita ingin usia ingin sekolahnya jadi 25 tahun. Anak-anak Cianjur harus kuliah, S1 atau S2,” ujarnya.

Herman mengaku Pemkab Cianjur telah meluncurkan Titik Nol Pendidikan. Peluncuran diawali dengan mendorong Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur menjadi perguruan tinggi negeri.

“Dengan adanya Titik Nol, insya Allah jadi penyemangat bagi warga Cianjur melanjutkan pendidikan. Insya Allah di Cianjur bakal ada perguruan tinggi negeri,” katanya.

Herman tak memungkiri, selama ini hampir 30-40% lulusan SMA di Kabupaten Cianjur memilih melanjutkan pendidikannya ke luar daerah. Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap IPM karena menjadi salah satu indikator.

“IPM-nya jadi mendongkrak ke daerah lain. Padahal, ada warga Cianjur yang sedang mengeyam pendidikan di daerah tersebut. Makanya, dengan nanti Unsur (Universitas Suryakancana) bisa menjadi perguruan tinggi negeri, bisa menarik minat warga Cianjur berkuliah di daerah sendiri,” ucap Herman memungkaskan.

Kegiatan pembinaan kepala sekolah yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) itu dilaksanakan di tiga titik yakni di Kecamatan Cianjur serta dua kecamatan lain di wilayah selatan. Kegiatannya diawali pembinaan bagi kepala sekolah yang berasal dari 16 kecamatan.

Pembinaan diikuti hampir 650 orang kepala sekolah dan pengawas. Dihadirkan juga narasumber dari Inspektorat yakni Ridwan Nugraha sebagai auditor madya.(rmd)

2 Comments
  1. […] Baca juga: Kepsek Dibina, Herman: Dongkrak IPM, Jangan Coba-coba Korupsi! […]

  2. […] Baca juga: Kepsek Dibina, Herman: Dongkrak IPM, Jangan Coba-coba Korupsi! […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html