bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Ini Penyebab Naiknya Harga Telur Ayam di Cianjur

0

CIANJUR – Harga komoditas telur ayam di Kabupaten Cianjur melonjak di kisaran Rp32 ribu-Rp34 ribu per kilogram. Penaikannya terbilang cukup signifikan mengingat harga normal berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram.

 

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana, menyebutkan ada berbagai faktor penyebab naiknya harga telur ayam akhir-akhir ini. Hal itu diketahui setelah dilakukan rapat koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan.

 

“Berdasarkan versi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan, ada tiga penyebab naiknya harga telur ayam akhir-akhir ini,” terang Agus, Kamis (25/5/2023).

 

Agus menyebut tiga faktor penyebab naiknya harga telur ayam yakni harga pakan naik, pendistribusian telur tidak langsung ke pasar karena ada kegiatan tertentu untuk bantuan ke masyarakat, serta populasi ayam petelur banyak yang masuk masa afkir hingga produksi tidak maksimal. Namun, sebut Agus, Diskuperdagin memandang perlu melakukan cek dan ricek ke lapangan.

 

“Pengecekan kembali dilakukan karena kadang di lapangan tidak sama. Kami sudah cek ke lapangan, tapi belum tuntas. Untuk mengambil sampel itu tidak hanya satu atau dua peternakan. Minimalnya kita ambil sampel lima. Wilayah yang sudah kami cek di antaranya di Kecamatan Cikalongkulon,” tuturnya.

 

Pengecekan tak hanya dilakukan ke peternak, tapi juga ke pabrik pakan. Langkah itu untuk memastikan penyebab harga pakan naik. “Informasinya ada konsentrat yang harus diimpor. Kita harus mengecek hal itu,” tegasnya.

 

Hasil evaluasi di lapangan, sebut Agus, tingkat permintaan relatif cukup normal. Untungnya, kondisi naiknya harga telur ayam tak dibarengi dengan permintaan yang meningkat.

 

“Kalau di tingkat masyarakat belum terjadi gejolak. Mungkin karena memang butuh. Tapi harganya harus pada batas kewajaran. Sekarang dengan harga Rp34 ribu sebetulnya sudah tidak wajar karena normalnya di kisaran Rp27 ribu-Rp29 ribu per kilogram,” pungkasnya. (*/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html