bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Dinkes belum Bisa Pastikan Penyebab Parkinson

0

CIANJUR – Penyakit parkinson atau dikenal lumpuh layuh yang dialami enam orang kakak beradik di Kampung Sumedang Desa Bojongkasih Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pun masih kebingungan mencari penyebabnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, temuan kasus itu sebetulnya sudah cukup lama. Secara medis, Dinkes Kabupaten Cianjur sudah memeriksa bahkan mengobatinya dengan membawa mereka ke rumah sakit.

“Teridentifikasi parkinson, tapi belum bisa sembuh,” kata Yusman, Kamis (21/9/2023).

Baca juga: Kakak Beradik di Kadupandak Idap Parkinson

Menurut Yusman, di keluarga itu tidak ada riwayat keluarga yang lain mengidap penyakit serupa. Sebab, keluarga yang lain kondisinya sehat.

“Bisa jadi ada faktor lain karena secara genetik tidak ada keluarga lain yang mengidap penyakit itu,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Irvan Nur Fauzi mengaku, sudah menginstruksikan puskesmas secara rutin memantau kondisi kesehatan keluarga tersebut. Termasuk RSUD Pagelaran sebagai fasilitas kesehatan terdekat agar rutin mengirimkan obat spesialistik bagi mereka.

Baca juga: Program Cekas, Bupati Minta Puskesmas Jemput Bola Cek Kesehatan Warga

“Kalau obat dari puskesmas hanya obat yang umum. Sedangkan yang spesialistik itu dari rumah sakit,” kata Irvan.

Diberitakan sebelumnya, enam orang warga Kampung Sumedang Desa Bojongkasih Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur yang masih satu keluarga, diduga mengalami lumpuh layu atau dalam istilah medis dikenal Parkinson. Kondisi yang dialami mereka sudah berlangsung tahunan.

Mereka yang mengidap penyakit itu yakni Yayah (63), Patimah (61), Rupi’ah (58), Salamah (53), Saepudin (50), dan Omo (48). Mereka berenam merupakan kakak-beradik.

Baca juga: Angka Kasus Osteoporosis di Jawa Barat Cukup Tinggi

Kedua orang tuanya yakni Marsikah dan Hasbullah sudah meninggal dunia. Dari keenam orang itu, empat orang di antaranya masih bisa beraktivitas. Sedangkan dua orang lainnya sudah tak berdaya. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html