CIANJUR – Inventarisasi bangunan rumah rusak terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Cianjur pada Sabtu (4/11/2023) masih dilakukan pemerintah daerah setempat. Data sementara, hingga saat ini terdapat delapan rumah yang mengalami kerusakan.
Bupati Cianjur Herman Suherman menyebut, data sementara delapan rumah yang rusak tersebar di Kelurahan Sayang dan Solokpandan. Bangunannya terendam banjir luapan.
Baca juga: Ditanya Upaya Cegah Bencana, Bupati: Harus Juga Diiringi Doa kepada Allah SWT
“Kalau secara keseluruhan saya belum tahu pasti jumlahnya. Namun dari hasil tinjauan ke lapangan yang saya lakukan, ada delapan rumah yang rusak akibat banjir,” kata Herman kepada wartawan, Selasa (7/11/2023).
Herman memperkirakan ada ratusan rumah yang terendam banjir luapan. Mayoritas peralatan rumah tangga di masing-masing rumah mengalami kerusakan.
Baca juga: 9 Orang Warga Mande Terjebak Banjir Setinggi 2 Meter
Herman menyebut, terjadinya banjir luapan tak hanya karena tingginya debit air hujan. Tapi dipicu juga sumbatan sampah di gorong-gorong.
“Jadi, air tak mengalir dengan lancar saat intensitas curah hujan tinggi. Akibatnya, air meluap hingga merendam rumah warga,” ujarnya.
Baca juga: Ratusan Jiwa Terdampak Banjir Bandang di Ciranjang dan Bojongpicung
Herman mengaku sudah menginstruksikan Dinas PUTR membersihkan saluran-saluran air. Sebab dikhawatirkan masih banyak sampah yang menumpuk di aliran sungai atau selokan. “Terutama di titik-titik yang kemarin meluap saat hujan deras,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya mengaku masih mendata dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem di beberapa wilayah. Asep mengaku saat kejadian, BPBD tak menerima laporan secara resmi.
Baca juga: Warga Mulai Membersihkan Puing Bangunan dan Lumpur Pascaditerjang Banjir Bandang
“Jadi, sekarang kami masih mendata,” katanya. (red)

[…] Baca juga: Bupati Sebut 8 Rumah Rusak akibat Banjir […]