CIANJUR – Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyambangi lokasi kebakaran toko bahan bangunan yang terbakar di Jalan Siliwangi Kampung Cageundang Desa Nagrak Kecamatan/Kabupaten Cianjur. Pada kejadian itu tiga orang pekerja meninggal dunia akibat terjebak api di dalam bangunan.
Herman mengaku prihatin atas musibah tersebut. Dia menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban.
Ditemui wartawan di sela peninjauan, Herman menjelaskan, ketiga jenazah korban sudah berhasil dievakuasi tim gabungan. Dua orang ditemukan di ruangan musala dan satu orang berada dekat pintu masuk bangunan toko.
Baca juga: Di Tengah Hujan, Sebuah Pabrik Pengolahan Kayu Kebakaran
“Tadi malam (dini hari) ada dua jenazah. Laki-laki dan perempuan. Karyawan. Tadi pagi (Rabu) ketemu lagi satu orang,” kata Herman, Rabu (17/1/2024).
Dua jenazah yang ditemukan di musala kondisinya relatif utuh. Keduanya meninggal dunia diduga karena kehabisan oksigen akibat kepulan asap. Sedangkan satu jenazah kondisinya terbakar.
Herman menegaskan kejadian tersebut harus jadi pelajaran. Dia berharap ke depan pendirian bangunan gedung untuk tempat usaha ataupun jenis bangunan lainnya harus dilengkapi dengan pintu darurat atau jalur evakuasi.
Baca juga: Kebakaran Lahan di Alun-alun Suryakencana Diduga Disengaja
Herman akan menugaskan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) agar lebih teliti saat mengeluarkan izin persetujuan bangunan gedung (PBG).
“Setiap bangunan harus memiliki jalan darurat. Nanti kita akan cek semuanya agar jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini di Kabupaten Cianjur, ada orang yang terjebak,” tuturnya.
Termasuk ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap bangunan. Herman akan menugaskan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran mengecek kelengkapan APAR di semua bangunan gedung.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Dua Lantai di Cibeber
“Salah satu persyaratan pembangunan gedung itu wajib ada alat pemadam kebakaran,” pungkasnya. (red)

[…] Baca juga: Bupati Sambangi Lokasi Kebakaran yang Tewaskan Tiga Orang […]