bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Bupati Cianjur Akui Belum Lakukan Sosialisasi Soal Relokasi

0

CIANJUR – Bupati Cianjur Herman Suherman mengakui belum melakukan sosialisasi terhadap sejumlah warga yang tinggal dititik patahan Cugenang untuk direlokasi.

“Iya kita akan segera mensosialisasikanya. Kitakan baru bergerak jugakan, jadi di informasi di mereka masih simpang siur, harus bagaimana dan seperti apa,” kata Herman pada wartawan, Kamis (15/12/0222).

Menurutnya, ada sebanyak 10 desa di tiga kecamatan yang berada dititik patahan Cugenang dan terdampak gempa bumi.

“Kita sedang membahasnya dengan BMKG, memang peta udara sudah ada, cuman belum jelas titik mana saja, nanti bila sudah jelas kita akan langsung mensosialisasikanya,” ucap dia.

Herman mengatakan, pihaknya juga membahas terkait mata pencaharian warga yang akan direlokasi ke tempat yang telah disediakan pemerintah.

“Kita akan memikirkan mata pencaharian warga yang terkena relokasi nantinya, untuk lansia akan dimasukan dalam daftar penerima bantuan sosial, sedangkan yang produktif akan dilatih keterampilan, dalam bidang UMKM, penjahit dan lainya,” kata dia.

Herman menambahkan, berdasarkan data sementara yang diperoleh dari BMKG hasil foto udara jumlah rumah yang harus direlokasi diperkirakan sebanyak 1.800 rumah.

Sebelumnya warga yang berada di titik patahan Cugenang tepatnya di Kampung Rawacina RT 03/RW 16 Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur enggan untuk direlokasi ke tempat yang telah disediakan pemerintah.

Dede Tati, Ketua RT 03/RW 16 mengatakan, pihaknya belu mengetahui adanya informasi resmi dari pemerintah soal relokasi ketempat yang telah disiapkan pemerintah.

“Sebagain ada yang tau dan tidak, dan belum ada pemeberitahuan resmi juga dari pemerintah atau dinas terkait lainya, jadi masih simpang siur,” kata dia.

Selain itu lanjut dia, apabila memang warga yang tinggal di Kampung Rawacina untuk direlokasi banyak warga yang tidak mau pindah dan ingin tetap berada di rumah asalnya.

“Sebagain warga sudah saya tanya, soal informasi relokasi ini, dan warga disini pada tidak mau. Karena disini warga mayoritas petani dan lahanya pun masih satu kampung,” jelasnya.(nov) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html