CIANJUR – Bupati Cianjur Herman Suherman mengapresiasi Desa Jati Kecamatan Bojongpicung karena sudah nol kasus stunting. Capaian tersebut berbanding lurus dengan upaya Pemkab Cianjur yang jor-joran menuntaskan angka kasus stunting melalui berbagai program.
“Kami tentu mengapresiasi capaian zero stunting di Desa Jati,” kata Herman saat menghadiri kegiatan program Desa Manjur Bungah Pisan di Desa Jati, Senin (29/8/2023).
Baca juga: Warga Desa Tanjungsari Antusias Hadiri Desa Manjur Bungah Pisan Bersama Bupati Cianjur
Saat ini angka prevalensi kasus stunting di Kabupaten Cianjur sekitar 13,6 persen. Angkanya turun signifikan dibanding sebelumnya yang mencapai 33,7 persen.
“Penuntasan kasus stunting di Desa Jati harus diadopsi desa lainnya. Sehingga secara bersama-sama bisa kita tuntaskan,” ucapnya.
Baca juga: Desa Manjur Cikaroya, Bupati Resmikan Lapang Voli dan Khitanan Massal
Orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu kembali menggarisbawahi makna kerja keroyokan menuntaskan kasus stunting. Artinya, penuntasan kasusnya bukan hanya pada sektor kesehatan, tapi melibatkan sektor lainnya.
“Makanya, pada kegiatan program Desa Manjur Bungah Pisan ini sekaligus kita mendekatkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, termasuk bantuan untuk pembangunan, baik SDM maupun sarana dan prasarana,” pungkasnya.
Baca juga: Angka Kasus Stunting Turun Drastis, Bupati: Bangga Silakan, Euforia Jangan!
Kepala Desa Jati, Tedi Mulyadi, menyebutkan jumlah penduduk di wilayahnya sebanyak 11.800 jiwa atau 8.900 kepala keluarga. Mayoritas mata pencaharian masyarakat setempat ialah petani, buruh, pedagang, dan lainnya.
Baca juga: Program Cekas, Bupati Minta Puskesmas Jemput Bola Cek Kesehatan Warga
“Berbagai bantuan sarana dan prasarana pada kegiatan Desa Manjur ini tentu akan kami manfaatkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Alhamdulillah, untuk kasus stunting di wilayah kami sudah nol kasus,” pungkasnya. (red)
