Bewara Cianjur – Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan dasar kembali menjadi sorotan. Ratusan siswa SD Negeri Karyajaya di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, terpaksa belajar di mushola tanpa meja dan kursi karena keterbatasan fasilitas.
Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengakui bahwa persoalan kekurangan sarana memang masih menjadi tantangan besar, terutama karena keterbatasan anggaran daerah.
“Masalah seperti ini bukan hanya terjadi di satu lokasi. Hampir semua kecamatan mengalami kondisi serupa. Kekurangan ruang kelas dan fasilitas belajar menjadi masalah yang cukup merata,” ujar Aripin, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur, Kamis (31/7/2025).
Strategi Bertahap dan Pemanfaatan Ruang Fleksibel
Untuk mengatasi hal ini, Disdikpora tengah menjalankan strategi jangka menengah. Salah satunya adalah dengan memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak secara bertahap dan memanfaatkan ruang yang ada secara lebih fleksibel. Mushola, aula, hingga ruang guru pun sementara waktu difungsikan sebagai ruang kelas.
“Pemanfaatan ruang non-kelas harus dilakukan secara kreatif. Tapi semua itu perlu perencanaan matang dan dukungan dari banyak pihak,” tambah Aripin.
Kolaborasi Jadi Kunci
Disdikpora juga menegaskan pentingnya kerja sama antara sekolah, komite, dan orang tua murid. Menurut Aripin, kolaborasi ini sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemampuan keuangan daerah.
“Tidak bisa semua beban diserahkan ke pemerintah. Semua pihak harus terlibat agar solusi bisa dijalankan secara realistis dan terarah,” tegasnya.
Data Sudah Dihimpun, Tapi Realisasi Butuh Proses
Disdikpora mengklaim telah mengumpulkan data lengkap terkait kebutuhan rehabilitasi dan pembangunan ruang belajar baru dari seluruh satuan pendidikan. Namun Aripin menyayangkan masih banyak masyarakat yang keliru memahami proses ini.
“Banyak yang mengira kehadiran kami di sekolah berarti pembangunan akan segera dimulai. Padahal, kunjungan itu bagian dari proses verifikasi. Realisasi pembangunan tetap harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran yang panjang,” jelasnya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Meski banyak tantangan, Disdikpora Cianjur menyatakan tetap berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dasar. Pemerataan fasilitas, terutama di wilayah pelosok, masuk dalam agenda prioritas jangka panjang pemerintah daerah.(DJ)
