bewaracianjur– Para pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Cianjur terpaksa menutup usaha mereka. Kondisi itu dampak menurunnya jumlah pembeli yang terjadi kurun beberapa tahun terakhir.
Maraknya belanja online diduga jadi pemicu anjloknya pembeli ke pasar tradisional. Masyarakat memilih berbelanja di platform digital karena lebih praktis. Bahkan tak jarang pedagang online menawarkan harga lebih murah, terutama jenis pakaian.
Riska misalnya, pedagang pakaian di Pasar Muka Cianjur, mengaku omzetnya terus turun dari tahun ke tahun. Terutama sejak bermunculannya pedagang online melalui berbagai platform.
Baca juga: Jumlah Desa yang Gelar Pilkades Serentak Kemungkinan Bertambah
“Pembeli satu atau dua orang saja sekarang mah sulit,” kata Riska, belum lama ini.
Di Pasar Muka, Riska sudah cukup lama berjualan. Dulu, penghasilannya bisa mencapai jutaan rupiah per hari. Namun kini kondisinya berbanding terbalik.
”Dulu omzet bisa mencapai 1-2 juta per hari. Sekarang mah kadang gak ada pembeli,” tuturnya.
Baca juga: Inspektorat Cianjur Audit LKM Akhlakul Karimah, Dana Nasabah Masih Belum Bisa Dicairkan
Riska masih bertahan tetap berjualan di tengah ketidakpastian penjualan. Baginya, beralih ke usaha lain dipastikan akan menguras modal.
“Mau usaha apa lagi coba?. Bingung mau usaha yang lain karena pasti harus punya modal,” pungkasnya.
Pelatihan digitalisasi
Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) setempat pun menyikapi fenomena itu. Instansi itu mulai intensif melakukan pelatihan digitalisasi bagi para pedagang di pasar-pasar tradisional.
Baca juga: Darurat Sampah di Gunung Gede, TNGGP Tutup Sementara Jalur Pendakian untuk Perbaikan Tata Kelola
Kepala Diskumdagin Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi, mengatakan pelatihan digitaisasi ini bertujuan meningkatkan daya saing pedagang pasar tradisional agar tidak tertinggal dari tren penjualan daring. Dia berharap, para pedagang bisa memasarkan produk mereka di platform daring.
”Di tengah era digitalisasi ini, tentu semua harus melek. Kita harus mengikuti tren. Dengan pelatihan ini, para pedagang bisa berjualan secara online, selain jualan secara offline di pasar,” kata Dedi.
Pada pelatihan tersebut, para pedagang diajarkan berbagai keterampilan, mulai dari membuat akun media sosial dan marketplace, memotret produk dengan tampilan menarik, hingga membuat video promosi agar produk mereka bisa bersaing di platform online.
Dengan pelatihan tersebut, Dedi berharap para pedagang di pasar tradisional tetap bisa berjualan. Para pedagang diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar, menjaga keberlangsungan usaha, dan meningkatkan kembali omset penjualan mereka.
Baca juga: Pencegahan Bencana Dini, DLH Cianjur Pangkas Ratusan Pohon Rawan Tumbang
“Skemanya yang harus kita ubah. Dari yang mengandalkan penjualan secara offline, kita intensifkan penjualannya secara online. Masing-masing pedagang kita latih berjualan di platform digital atau di marketplace,” pungkasnya.
