CIANJUR – Desa Sukasirna di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur memiliki potensi curug atau air terjun panas alami. Berlokasi di Kampung Sindangrama, terdapat tujuh titik sumber mata air terjun panas.
Kepala Desa Sukasirna, Habib Latif, menjelaskan selama ini potensi alam air panas itu menjadi andalan Desa Sukasirna. Keberadaan air panas itu sudah cukup lama, namun belum terkelola profesional dan maksimal.
“Curug mata air panas ini ada tujuh titik. Satu titik merupakan yang utama karena airnya bersumber dari kawah. Debit airnya sangat luar biasa, melimpah. Tingkat panasnya juga kisaran 70-80 derajat celcius,” kata Habib, belum lama ini.
Baca juga: https://bewaracianjur.com/jelang-lebaran-pendakian-gunung-gede-pangrango-ditutup/
Habib menuturkan sumber air panas di wilayahnya bukan berasal dari kawasan pergunungan. Hasil penelitian yang pernah dilakukan, sebut Habib, sumber air panas dimungkinkan masih satu hamparan dengan perairan atau laut.
“Kalau di sini tidak ada pergunungan aktif. Jadi, sumber air panas ini kemungkinan bagian dari laut di pantai selatan,” jelasnya.
Habib tak memungkiri proses penataan kawasan sumber air panas belum optimal. Dalihnya, anggaran yang terbatas cukup jadi kendala.
“Di sisi lain kami punya konsep membangun potensi daerah melalui desa wisata. Anggarannya dari dana desa. Kalau upaya pengembangan dan penataaan sih sudah pernah kami mengirimkan proposal ke pemkab cianjur, provinsi, maupun pusat,” imbuhnya.
Curug atau sumber air panas di Desa Sukasirna sudah cukup dikenal luas. Setiap hari selalu saja ada wisatawan yang berkunjung.
Mayoritas mereka yang datang karena sedang berikhtiar mengobati penyakit seperti darah tinggi, rematik, dan sebagainya. Tak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara pun sudah pernah ada yang berkunjung ke objek wisata itu.
“Fasilitas di sumber air panas masih terbatas. Secara bertahap kami tata untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” pungkasnya. (*/red)
