CIANJUR – Rostikah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Saudi Arabia asal Kampung Cilamera, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur menderita tumor di bagian pelipis.
Akibatnya, Rostikah tidak bisa melihat dan meminta pemerintah agar bisa pulang dan berkumpul bersama keluarganya di Cianjur, Jumat (6/1/2023).
Ajat Sudrajat (50) suami Rostikah mengatakan, istrinya tersebut sudah bekerja di sebagai PMI di Saudi Arabi sudah hampir selama tiga tahun.
“Sekarang istri saya tengah mengalami sakit keras di bagian atas matanya, sehingga tidak bisa melihat dan tidak bisa bekerja,” katanya pada wartawan, Jumat (6/1/2023).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut dia, istrinya tersebut hanya bisa terbaring di tempat penampungan karena penyakit yang dideritanya dan membutuhkan perawatan.
“Saya meminta pemerintah agar segera membantu kepulangan istri saya. Dan saat ini semua berkas sudah diserahkan ke Astakira untuk upaya pemulangan istri saya,” katanya.
Sementara itu Ketua Astakira Cianjur Ali Hildan menjelaskan, Rostikah PMI asal Cianjur tersebut diberangkatkan ke Saudi Arabia dengan menggunakan visa ziarah.
“Sebenarnya pihak keluarga sudah melakukan berbagai upaya, dan meminta tolong ke KJRI Jedah, PWNI Kementerian Luar Negeri, BP2MI. Namun hingga kini tidak ada tidak lanjut apapun,” katanya.
Selain itu, pihaknya mengatakan, terkait dengan upah selama Rostika bekerja tekah terpenuhi. Namun saat ini instansi terkait belum ada tindak lanjut dalam mengatasi PMI asal Cianjur.
“Kami akan terus berupaya dan mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk membantu kepulangan Rostikah, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Di sini negara harus hadir, bukan dibiarkan,” katanya.(nov)
