CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur membutuhkan bantuan tenda untuk pelaksaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah terdampak gempa bumi.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya tidak menginginkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan Cianjur turun akibat bencana gempa bumi.
“Saat ini bantuan yang dibutuhkan Pemkab Cianjur dan warga terdampak gempa bumi adalah tenda untuk disekolah,” kata Herman pada wartawan.
Meski Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberikan bantuan tenda, lanjut dia, namun tenda untuk sekolah masih kurang.
“Wakti itu Kemendikbud sudah memberikan bantuan tenda, tapi masih belum cukup,” kata dia.
Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan dilapangan saat ini dibutuhkan ribuan tenda untuk sekolah yang terdampak gempa agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran.
“Kita Pemkab dan BNPB akan mencari sudah mengalokasikan tenda yang nantinya akan digunakan untuk disetiap sekolah terdampak,” kata dia.
Herman mengatakan, setiap sekolah terdampak dan ambruk akibat gempa minimal membutuhkan dua tenda per sekolah.
“Minimal dua tenda saja untuk disetiap sekolah, sehingga pembelajaran nantinya anak-anak sekolah tidak terganggu ketika sekolah direnovasi,” ucapnya.(nov)
