SUMEDANG – Seorang jurnalis media online, Mamat Munandar (33) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi korban dugaan pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Klinik Amanah Tanjungkerta, berapa waktu lalu.
Mamat yang merupakan warga Desa Mulyamekar tersebut menjelaskan, motor matic Honda Beat dengan nopol D 4523 SBH miliknya hilang sejak Agustus 2022 lalu.
“Ya saat itu, saya sedang menunggu pasien dan menginap di Klinik Amanah Tanjungkerta. Lalu, saat keesokan hari sekitar pukul 06.00 WIB pagi, motor yang terparkir di halaman Klinik Amanah sudah tidak ada,” ujarnya, Kamis (20/10/2022).
Setelah mengetahui kendaraannya hilang, Mamat langsung berkoordinasi dengan pihak klinik. Bahkan dirinya sempat menanyakan terkait keberadaan CCTV.
“Saya juga sempat menanyakan apakah ada CCTV di area klinik ?. Kemudian, pihak klinik menjawab tidak ada,” ungkapnya.
“Lalu, sayapun berniat akan membuat laporan kehilangan ke Polsek setempat. Namun, pihak klinik menyarankan agar menangguhkan laporan kehilangan dan ngobrol dulu dengan yang punya klinik. Hasil obrolan, pihak klinik berjanji kepada saya akan memberikan kompensasi alakadarnya atas peristiwa raibnya kendaraan itu,” sambungnya.
Namun demikian, lanjut Mamat, hingga saat ini dirinya belum mendapat kepastian dari pihak klinik. Bahkan saat ini pun dirinya terbilang telat untuk membuat laporan terhadap polisi.
“Motor itu menjadi fasilitas untuk mendukung aktifitas keseharian saya. Selama ini saya hanya bisa bersabar dan terus bersabar. Tentu, saya juga ingin membuat laporan pengaduan resmi ke pihak kepolisian waktu itu, tapi sekarang sudah telat,” keluhnya.
Sementara itu, saat mencoba konfirmasi terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman terkait sikap dari pihak Klinik Amanah Tanjungkerta, dirinya enggan untuk berkomentar.
“Silahkan konfirmasi saja ke bagian Pelayanan Kesehatan (Yankes) dengan dr. Rahmatullah Sidik,” tandasya.
Di tempat berbeda, Kasi Yankes pada Dinas Kesehatan Sumedang, dr. Rahmatullah Sidik mengakui, bahwa Tim Yankes sudah berkoordinasi dengan pihak Klinik Amanah Tanjungkerta untuk memberi penjelasan terkait persoalan tersebut.
“Namun demikian, secara inti masalah yang terjadi sebenarnya bukan ranah kami. Sebaiknya dikomunikasikan lagi antara pihak klinik dan pihak yang berkepentingan. Karena wewenang kami adalah terkait aspek layanan kesehatannya,” tutupnya. (*)
