bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Merinding! Misteri Kakek Juki Selamat dari Peristiwa Longsor yang Mengerikan Pascagempa Cianjur

1

ADA kisah yang sangat aneh dibalik selamatnya seorang kakek warga Kampung Cugenang RT03/RW 01, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Namanya Juki (78). Rumah gubuknya tertimbun, namun Juki selamat tanpa sedikitpun luka.

Bahkan Juki pun tidak tahu bagaimana dirinya bisa selamat, sedangkan rumahnya tertimbun bersama 15 rumah tetangga dan temannya. Kejadian ini tepatnya di blok longsor Cijedil jalan penghubung menuju Desa Mangunkerta.

Cerita ini diangkat oleh Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan. Relawan yang diturunkan untuk membantu pembebasan korban gempa bumi Cianjur.

Ia bersama pelatihan berangkat menuju lokasi kejadian di hari pertama pembongkaran pasa Selasa (22/11/2022). Tepatnya di blok longsoran Jalan Mangunkerta, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

Longsoran yang dahsyat, membuat kesukitan tim untuk menuju titik lokasi. Akses Jalan Mangunkerta lumpuh total.

Ketika tim sedang memeriksa keadaan sekitar. Tiba-tiba muncul seorang kakek dari semak jalan dekat pohon mahoni. Faozan menyebutkan, mustahil jika ada orang yang bisa masuk dari lokasi itu.

“Di sekitar pinggir jalan itu kan ada sungai. Lokasinya sepi engga ada orang. Kita lagi lihat-lihat lokasi untuk mengangkut, tiba-tiba kakek itu datang entah dari mana,,” kata dia.

Faozan pun memperlihatkan video percakapannya bersama kakek Juki. Faozan tampak bertanya kepada Juki. “Bapak, bapak ini mau ke mana?” tanya Faozan.

“Mau ke tempat dulu, lihat dulu (rumahnya),” jawab Juki.
“Rumah bapak di sana? ” tanya lagi Faozan sambil menunjuk ke arah longsor.

“Iya, habis rumahnya pak, habis, ” kata Juki sambil tersenyum.

Juki pun mengaku jika rumahnya kelongsoran pascagempa, Senin (21/11/2022) lalu. Sedikitnya ada 15 rumah termasuk miliknya tertimbun longsor.

Faozan kembali bertanya lantaran penasaran dengan sosok kakek Juki ini. “Keluarga bapak ke mana?”. “Saya sendiri,” jawab Juki.

Namun, ada jawaban yang cukup heran dari Juki. Dia sudah menyatakan bahwa ada 8 temannya yang tertimbun longsor dan sudah meninggal dunia.

Padahal menurut Faozan, ketika itu belum ada aksi evakuasi dari tim gabungan untuk mencari para korban. “Pernyataan si kakek ini kaya mengisyaratkan di lokasi itu ada yang tertimbun longsor, ” ungkapnya.

Bukan itu saja, ada pengakuan kakek Juki yang membuat bulu kuduknya berdiri. Juki mengaku saat terjadi gempa, dia sedang duduk di teras gubuknya dekat pesawahan.

Juki mengaku terjatuh. Saat berdiri lagi, ia melihat longsoran tanah turun dan menghantam 15 rumah, termasuk rumah gubuknya.

Juki tidak tahu dan tidak bisa menjelaskan bagaimana dirinya bisa selamat dari peristiwa yang mengerikan itu. Ia hanya sadar kalau tanah longsoran sudah di bawah kakinya.

“Jadi kalau menangkap cerita dari si kakek (Juki) ini, tanah longsoran itu seperti melewati dirinya. Tapi saya tanya bisa selamat itu bagaimana, si kakek gak bisa jelasin. Tahu-tahu selamat gitu katanya, ” kata Faozan bernada heran.

Padahal, posisi rumah gubuk Juki ini ada di pertengahan bukti. Sedangkan tinggi longsoran tanah sekitar 100 meter.

“Mengerikan. Tapi si kakek ini bisa selamat. Kami saja heran. Aneh gitu. Gubuknya tertimbun, sawahnya tertimbun, eh dianya selamat,” tulisnya.

Hingga Jumat (25/11/2022), Juki belum bisa ditemukan lagi oleh tim BPBD dari Kabupaten Cirebon ini. Meski sudah dicari ke tempat pengungsian yang sebelumnya ia ceritakan.

“Sempat juga ngaku si kakek punya rumah di kota. Tapi engga bisa menjelaskan dimananya. Ketika kita iseng tanya, rumahnya di pendopo bukan? Eh, malah jawab ‘iya’ katanya,” pungkasnya. (*/rmd)

1 Comment
  1. […] malam tebing yang berada di ruas jalan desa penghubung Desa Sarampad dengan Mangunkerta mengalami longsor,” kata Kepala UPTD PUPR Wilayah II Warungkondang, Hendi Juhaendi, Jumat […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html