MANJUR United yang bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur dan Ikatan Bhakti Wanita Cianjur (IBWC) Gelar Kegiatan Social Healing untuk Korban Gempabumi pada Minggu (4/1) lalu.
Selain itu Relawan Tanggap Bencana (Retana) dan tim kesehatan (Timkes) juga turut berpartisipasi untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana.
Pelaksanaan dilaksanakan serentak di 20 desa di Kecamatan Cugenang dan Cilaku. Ketua Yayasan Manjur United, Muhammad Abdul Azis Sefudin juga turut menghadiri kegiatan tersebut di Desa Mangunkerta.
Rangkaian acara terdiri dari senam sehat, pembagian sembako dan alat olahraga, trauma healing anak-anak, operasi kebersihan juga cek kesehatan.
Sebagai ketua Yayasan Manjur United yang juga mempelopori gerakan Social Healing ini, Muhamad Abdul Azis Sefudin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan pemulihan mental para pengungsi.
“Alhamdulillah, dengan kegiatan hari ini teman-teman relawan, Yayasan Manjur United, pengurus KONI Cianjur, IBWC, Retana dan Timkes bisa turut membantu untuk meningkatkan kebugaran dan pemulihan mental para pengungsi,” kata Kang Azis, sapaan akrabnya.
Sebelumnya dikabarkan di tempat pengungsian kondisi sampah sudah menumpuk lantaran akses jalan tim pengangkut sampah tertutup akibat longsor.
Curah hujan yang tinggi juga menjadi faktor lokasi pengungsian menjadi rawan tersebarnya penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kita juga tadi sempat bergotong-royong membersihkan sampah di sekitar tenda pengungsian dan melaksanakan senam bersama. Insya Allah, kita bisa membantu dan mencegah mereka dari berbagai penyakit. Walaupun sedikit, saya yakin Cianjur bisa bangkit,” ujarnya.
Salah satu pengungsi, Yana (57) seorang ibu rumah tangga du Kampung Cariu Desa Mangunkerta Cugenang, mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang sudah digelar hari ini dan mengaku merasa terbantu dan terhibur.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Manjur United, KONI dan Ikatan Bhakti Wanita Cianjur karena saya merasa sangat terbantu. Ibu-ibu lain juga merasa terhibur dan bisa menghilangkan stres,” ucap Ibu Yana.
Ia berharap musibah ini bisa segera berlalu karena dirinya ingin berkumpul kembali bersama keluarga tanpa kekhawatiran dan rasa trauma pasca gempabumi.
“Semoga musibah ini cepat berlalu dan apa yang kita impikan seperti rumah bisa terwujud agar kita bisa berkumpul kembali bersama keluarga di rumah tanpa rasa cemas, amin.” pungkasnya.(*/rmd)
