CIANJUR – MA, ibu siswa korban dugaan penganiayaan oleh oknum guru Matematika SMAN 2 (Smanda) Cianjur akan melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian. Sebab, korban yang enggan disebutkan namanya itu mengalami lebam di wajah.
MA, membenarkan jika video viral dugaan penganiayaan oleh oknum guru Smanda Cianjur terhadap siswanya itu merupakan anaknya. Ia mengatahui kejadian tersebut dari sejumlah media massa dan media sosial.
“Iya betul. Ini anak kami, saya tahunya bahkan dikasih tahu orang lain. Anak kami tidak cerita, setelah ditanya baru dia cerita,” kata MA saat diwawancarai melalui pesan Instagram, Kamis (5/9/2024) malam.
MA mengaku tidak terima anaknya diperlakukan tidak baik oleh pihak oknum guru tersebut hanya gegara salah paham, hingga mengalami luka lebam di wajahnya.
Ia menyebutkan, persoalan ini akan ia bawa ke kepolisian atas dugaan penganiayaan. Namun sebelum itu, MA akan mendatangi pihak sekolah untuk melakukan klarifikasi adanya peristiwa tersebut.
“Kami sudah dapat informasi dari pihak walikelasnya. Besok akan ditindaklanjuti untuk mencari penyelesaian yang terbaik,” tegasnya.
Jika tidak ditindaklanjuti, ia takut ada kesalahpahaman antara pihak sekolah dan keluarganya. Sebab, berdasarkan informasi dari walikelasnya, bahwa anaknya tersenyum kepada temannya namun dikira menertawakan guru tersebut.
“Terus gurunya tiba-tiba marah dan melakukan kekerasan,” kata dia.
Rencananya, anaknya akan dilakukan visum karena ada luka lebam di bagian wajah akibat diduga pemukulan. Dan kronologinya akan dibeberkan setelah dilakukan pelaporan.
“Saya menunggu suami saya pulang dinas dulu, besok beliau yang menghadap ke sekolah,” pungkasnya.
beredar sebuah video amatir seorang oknum guru di SMAN 2 (Smanda) Cianjur melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap siswanya di dalam kelas. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (5/9/2024) pagi.
Terlihat dalam video yang beredar oknum guru tersebut mendorong hingga memukul murid laki-lakinya di dalam kelas di depan teman-temannya.
Diketahui oknum guru tersebut berinisial G, dirinya mengajar mata pelajaran matematika. Diketahui kejadian tersebut dilakukan terhadap siswa yang duduk di bangku kelas XI.(*/rmd)
