CIANJUR – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor BPBD, dan bank penyalur dana stimulan rumah rusak terdampak gempa bumi.
Aksi tersebut dilakukan karena BPBD Kabupaten Cianjur dan Bank Mandiri sebagai penyalur dana stimulan belum menyalurkan bantuan tahap ketiga.
Ketua Apdesi Kabupaten Cianjur Beni irawan mengatakan, hingga saat ini tercatat ada puluhan ribu masyarakat yang menantikan proses penyaluran dana stimulan untuk memperbaiki rumah rusak akibat gempa bumi.
“Karena itu kita meminta BPBD dan Bank Mandiri agar segera menyalurkan secepatnya. Namun apabila tidak kita akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor BPBD dan Bank Mandiri,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/3/2023).
Padalah lanjut dia, berdasarkan keterangan Bupati Cianjur uang stimulan untuk rumah rusak tersebut sudah berada di bank penyalur.
“Kemarin saya sudah kordinasi dengan Pak Bupati, dan uangnya sudah ada di pihak bank, tapi belum disalurkan hingga kini, padahal masih banyak warga menantikan dana itu,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya bank penyalur dana stimulan tersebut hanya bisa mencetak buku rekeninga sebanyak 500 per harinya. Sementara warga yang belum mendapatkan dana stimulan rumah rusak itu jumlahnya mencapai puluhan ribu.
“Kalau misalnya pihak bank penyalur dan BPBD tidak mampu, kita mendesak agar mereka mundur dari jabatanya. Karena penanganan pasca gempa bumi memang harus ditangani secepatnya,” katanya.(nov)
