CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur siapkan anggaran senilai Rp14,6 miliar untuk membangun hunian sementara (huntara) dari dana donasi.
Sebelumnya, diberitakan bahwa bantuan Rp1 juta untuk hunian darurat tidak jadi dibagikan karena terdesak waktu akhir tahun.
Sehingga tidak jadi diusulkan dan masuk biaya tidak terduga (BTT), lalu akan melakukan prosedur secara parsial untuk mengusulkan kembali.
Namun, Juru Bicara Tim Penanggulangan Bencana Pemkan Cianjur, Budhi Rahayu Toyib, mengatakan, bahwa bantuan hunian darurat dan hunian sementara (huntara) sama saja.
Budhi mengakui ada kesalahan dalam menyampaikan soal bantuan tersebut. Walhasil, uang bantuan senilai Rp14,6 miliar tersebut akan dibagian kepada warga terdampak sebanyak 14.655 KK.
“Jadi setiap per KK akan mendapatkan uang senilai Rp1 juta, untuk membangun hunian sementara,” katanya pada wartawan di Pendopo Pemkab Cianjur, kemarin (3/1/2023).
Namun, lanjut dia, bagi masyarakat yang telah mendapatkan tenda keluarga, tidak akan mendapatkan uang stimulan senilai Rp1 juta tersebut.
“Jadi berdasarkan pendataan sementara kami di lapangan sebanyak 14.655 KK tersebut memang belum mendapatkan bantuan tenda keluarga,” ucapnya.
Dia mengatakan, uang senilai Rp 14,5 miliar lebih itu diambil dari dana donasi yang masuk melalui rekening pemerintah daerah.
“Saat ini dana tersebut sudah disimpan di Tim Penyaluran, dan setelah dan setelah datanya fix baru akan langsung disalurkan pemerintah kepada yang berhak,” katanya.
Dia menyebutkan, data penerima bisa berkurang atau bertambah saat pendataan. Jumlah penerima sebanyak 14.655 KK itu hanya sementara.
“Itu baru masuk program. Belum fix. Dan bantuan Rp1 juta itu langsung diberikan kepada warga terdampak, tidak dibangunkan huntara oleh pemerintah, ” pungkasnya. (nov/rmd)
