bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Ada 1.400 Balita Cianjur Didiagnosa Stunting

0

CIANJUR – Sebanyak 1.400 balita di Kabupaten Cianjur didiagnosa stunting pada tahun ini. Meski begitu kasus tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2021 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi, mengatakan, dari sekitar 200 ribu balita, 7 persen di antaranya menderita stunting atau sekitar 1.400 balita. Di bandingkan tahun sebelumnya, kata dia, penderita mencapai 33,7 persen.

“Data belum masuk sepenuhnya. Data itu dilakukan pada Agustus 2022 kemarin. Artinya data masuk baru 90 persen. Dipastikan pada November ini pendataan rampung, dan bisa memberikan informasi yang valid,” kata dia, belum lama ini.

Dia menyebutkan, kasus stunting banyak terjadi di wilayah perkotaan. Irvan menduga bahwa anak-anak di perkotaan tidak memiliki asupan gizi dan vitamin yang baik.

“Kalau di pedesaan itu mungkin lebih terjangkau dari sisi asupan vitamin. Contohnya seperti ikan dan belut,” katanya.

Rencananya, kata Irvan, Dinkes akan melakukan pemilihan lokasi fokus (Lokus) intervensi stunting di 327 desa yang ada di Kabupaten Cianjur dengan harapan bisa menekan angka kasus stunting. Sedangkan untuk wilayah perkotaan akan dilakukan penelitian terhadap kurangnya asupan gizi pada anak.

“Wilayah perkotaan akan dilakukan penelitian. Kenapa angka kasus stunting selalu paling tinggi jika dibandingkan dengan wilayah pedesaan,” pungkasnya.(rmd)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html