bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

2.500 Orang di Cianjur Terpapar HIV, KPA Sebut Mengkhawatirkan

0

bewaracianjur – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Cianjur cukup memprihatinkan. Kurun 25 tahun terakhir, sebanyak 2.500 orang terdeteksi terpapar penyakit tersebut.

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur, Hilman, mengatakan kali pertama kasus HIV di Kabupaten Cianjur ditemukan pada 2001 sebanyak 2 orang. Selang beberapa tahun berikutnya, jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) terus bertambah.

“Secara akumulasi, dari 2001 hingga September 2025, jumlah ODHIV mencapai 2.420 orang. Hingga akhir Desember tahun ini diperkirakan bakal bertambah menjadi 2.500 orang,” kata Hilman, belum lama ini.

Baca juga: Sebanyak 488 Gay Mengindap HIV/AIDS, 21 di Antaranya Meninggal Dunia

Dirata-ratakan, setiap tahun di Kabupaten Cianjur ditemukan 100 kasus ODHIV. Hilman menuturkan, temuan kasus tersebut tentu sangat mencengangkan karena terbilang sangat tinggi.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Perlu penanganan lebih lanjut. Upaya-upaya penanganan ini harus juga dibarengi dengan ketersediaan anggaran karena membutuhkan peralatan pemeriksaan,” ujarnya.

Semula, kasus HIV ibarat fenomena gunung es. Namun, seiring gencar dilakukannya skrining yang melibatkan KPA dengan Dinas Kesehatan setempat, kasus tersebut mulai terkuak.

Baca juga: PLN UP3 Cianjur Pastikan Keandalan Listrik di Lapas Kelas IIB Cianjur Jelang Hari Pelanggan Nasional

“Gunung esnya sudah mulai mencair. Memang, di satu sisi dilakukannya skrining ini akan membuka tabir kasusnya karena kita memeriksa sampel-sampel, terutaman yang berisiko tinggi. Di sisi lain, tentu dampaknya jumlah ODHIV bakal semakin bertambah,” ujarnya.

Di Jawa Barat, Kabupaten Cianjur berada di peringkat ke- 11 kasus HIV. Bagi Hilman, saat ini yang terpenting ialah upaya penanggulangan agar tak ditemukan kasus baru.

“Kami semua bergerak di lapangan mengupayakan agar kasus HIV ini bisa kita minimalkan. Terutama upaya sosialisasi kepada kalangan berisiko tinggi, termasuk semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html