CIANJUR – Memasuki libur Natal dan malam Tahun Baru 2023 tingkat hunian hotel di wilayah Kabupaten Cianjur mencapai 40 persen.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur Nano Indrapraja pada wartawan.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari sejumlah hotel dan restoran di wilayah Cianjur, tingkat hunian atau pemesanan hotel hingga saat ini baru mencapai 40 persen.
“Pasca gempa bumi kemarin sedikit ada pengaruh dengan tingkat hunian hotel yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur,” katanya, Minggu (25/12/2022).
Namun lanjut dia, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terkait dengan aturan di masa libur Natal dan malam tahun baru 2022.
“Sebenarnya kita sudah mencuri star lebih dulu dari pemkab Cianjur. PHRI Cianjur meminta agar para mengelola lebih memilik empati terhadap korban gempa bumi, agar tidak terlalu euforia saat mengelar acara pada libur Natal dan tahun baru ini,” ucapnya.
Nano mengungkap, setiap hotel yang ada di Cianjur dipastikah telah memiliki jalur penyelamat. Sehingga apabila terjadi gempa bumi susulan atau kebakaran pengunjung dapat mengikuti rambu tersebut.
“Semua hotel termasuk restoran di wajibkan memiliki rambu evakuasi penyelamat. Dan hotel yang ada di Cianjur sudah dipastikan memiliki rambu-rambu jalur evakuasi,” kata dia.(nov)
