CIANJUR – SMPS Tungturunan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, tidak memiliki dokumen penting pengalokasian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bahkan, sekolah menengah di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al-Ibrohimiyah itu juga tidak memegang buku rekening BOS hingga stempel sekolah.
Kondisi seperti ini membuat SMPS Tungturunan terancam tidak dapat menyusulkan dana BOS untuk tahun depan. Hal ini akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar yang kurang efektif, tidak adanya dana pemeliharaan sarana dan prasarana, hingga berkurangnya gaji guru honorer.
Kepala SMPS Tungturunan, H Fahru Rozi Ramdhan Nur El Fajri, mengaku tidak mengetahui dimana dokumen-dokumen penting sekolah mengenai pengalokasian dana BOS. Sebab, ia baru menjabat sebagai kepala sekolah pada September 2024 lalu karena kepala sekolah sebelumnya telah mengundurkan diri pada Agustus 2024.
“Dokumen-dokumen penting itu tidak ada di sekolah. Saya diangkat jadi kepala sekolah juga baru September (2024) kemarin,” kata dia, Kamis (5/12/2024).
Ia juga mencoba menelusuri keberadaan dokumen penting tersebut. Namun bendahara sekolah pun mengaku tidak pernah memegang anggaran sekolah dan tidak pernah dilibatkan dalam pengalokasian dana BOS sesuai dengan aturan semestinya.
“Dengan bukti tidak adanya kegiatan-kegiatan siswa dan renovasi sekolah yang berkala sesuai juklak-juknis pengalokasian dana BOS, kami pun sulit untuk melakukan evaluasi,” jelasnya.
Oleh karenanya, Fahru Rozi mengaku cukup kesulitan dalam mengusulkan dana BOS untuk tahun depan. dan terancam tidak adapat bantuan operasional tersebut.
“Kalau dokumen sekolah lainnya ada, yang tidak ada itu buku rekening BOS dan stempel lama sekolah,” bebernya.(rmd)
