CIANJUR – Jaringan listrik di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Cianjur putus dan mengalami korslet usai gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang berpusat di Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/4/2024), pukul 23.30 Wib.
Selain itu, gempa juga menyebabkan bangunan rumah hingga mesjid di pesisir pantai selatan retak dan genting berjatuhan.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa dengan kekuatan 6,5 itu berpusat di ke dalaman 10 kilometer, dengan koordinat koordina t8.42LS, 107.26BT atau 151 km Barat Daya Kabupaten Garut.
Guncangan gempa yang berlangsung selama belasan detik itupun terasa begitu kuat di wilayah selatan Cianjur.
Dayat Irut (49), warga Kampung Kebonsapuluh Desa Sukakarya, mengatakan gempa tersebut membuat rumah bergetar dan jaringan listrik terputus.
“Jadi akibat gempa, tidak hanya rumah yang bergetar. Tapi di kampung ini juga kabel listrik putus,” kata dia, Minggu (28/4/2024) dini hari.
Menurut dia, kabel listrik yang putus tersebut tepat di tengah aringan antar tiang listrik. Bahkan ujung kabel yang lurus terus mengalirkan listrik dan menyebabkan rerumputan di sekitarnya terbakar.
“Begitu putus, ujung kabelnya itu kena rerumputan. Sampai ada nyala api juga sambil terdengar aliran listrik yang korslet. Bahkan tapi terdengar seperti suara ledakan kecil juga,” kata dia.
“Berlangsungnya sama sekitar 10 menit. Kemudian jaringan listrik semuanya padam,” tambahnya.
Kapolsek Sukanagara AKP Tio, mengetakan jaringan listrik yang lurus tersebut diduga memang diakibatkan oleh guncangan gempa. Namun pihaknya sudah menghubungi PLN untuk dilakukan perbaikan.
“Iya diduga terjadi akibat gempa. Tapi PLN sudah ke lokasi untuk perbaikan. Sementara listrik masih padam untuk wilayah tersebut,” kata dia.
Di sisi lain, gempa juga menyebabkan beberapa rumah di pesisir pantai selatan Cianjur rusak.
Informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi di Kecamatan Cidaun dimana sebuah rumah mengalami retakan pada temboknya dan Sindangbarang genting rumah warga berjatuhan akibat gempa.
Camat Sindangbarang Handika, menuturkan gempa tersebut memang memberikan dampak kerusakan, namun tidak parah.
Menurut dia, selain rumah, terdapat beberapa masjid yang mengalami retakan kecil di bagian dindingnya.
“Untuk total bangunan yang terdampak masih kami data. Untuk sementara ada satu rumah yang atapnya berjatuhan serta ada beberapa masjid yang temboknya retak. Tapi hanya kerusakan ringan, kalau sampai rusak berat belum ada laporan,” kata dia.(*/rmd)
