Bewara Cianjur – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cianjur menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan September 2025, realisasi penerimaan telah mencapai Rp51,7 miliar atau sekitar 80 persen dari target tahunan sebesar Rp65,2 miliar. Capaian ini membuka peluang besar bagi pemerintah daerah untuk menutup tahun dengan realisasi di atas target.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Ardian Athoilah, menyebut tingginya capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
“Animo masyarakat Cianjur membayar pajak tahun ini sangat tinggi. Dari target Rp65,2 miliar, sampai hari ini sudah tercapai Rp51,7 miliar,” kata Ardian, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, strategi diversifikasi layanan pembayaran turut menjadi kunci keberhasilan peningkatan penerimaan. Bapenda kini tidak hanya melayani pembayaran di kantor, tetapi juga menggandeng berbagai mitra untuk memperluas akses.
“Masyarakat bisa membayar pajak di Bank BJB, melalui QRIS, Kantor Pos, Alfamart, kantor desa, dan sejumlah kanal lainnya. Upaya ini agar pembayaran pajak lebih mudah dijangkau dan tidak membebani wajib pajak,” jelasnya.
Selain memperluas layanan, Bapenda juga rutin menggelar evaluasi dan pembinaan kepada perangkat desa. Ardian menilai, keterlibatan desa sangat krusial karena aparat desa merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
“Kami secara konsisten melakukan pembinaan. Desa punya peran penting dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk tertib membayar pajak,” ujarnya.
Dengan sisa waktu lebih dari tiga bulan menuju akhir tahun, Bapenda optimistis target PAD tidak hanya tercapai, melainkan berpotensi terlampaui. Pemerintah daerah berharap peningkatan penerimaan ini berdampak pada kualitas layanan publik serta pembangunan di berbagai sektor.(Red)
