CIANJUR – Setelah program pemberdayaan 10.000 UMKM melebihi target yang ditetapkan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Cianjur kembali menargetkan pemberdayaan 3.000 UMKM.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Diskuperdagin Cianjur, Wahyu Ginanjar. Menurutnya, tak hanya sekadar pemberdayaan UMKM, namun termasuk memberikan berbagai kemudahan mulai dari perizinan hingga permodalan.
“Jadi program pemberdayaan 10.000 UMKM itu merupakan target selama 5 tahun sejak 2021. Dan program itu sudah mencapai 19.368 UMKM yang diberdayakan hingga 2023 atau selama tiga tahun terakhir,” ujarnya, Rabu (1/5/2024).
Wahyu menyebutkan, UMKM yang sudah terdaftar dan masuk dalam program pemberdayaan 10.000 UMKM akan lebih dikembangkan termasuk memberikan fasilitas.
Tak hanya itu, ia juga memaparkan program pemberdayaan dan pengembangan yang sudah dilakukan seperti legalitas usaha dan legalitas produk, bantuan modal dan pendampingan pembiayaan dan pendampingan manajemen usaha.
“Jadi produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Cianjur dapat bersaing di pasar lokal hingga nasional bahkan internasional, terbukti dengan tembusnya pasar luar negeri yang sudah dilakukan pelaku UMKM produk radio antik, gula semut dan produk lainnya,“ paparnya.
Menurutnya, seiring tingginya minat masyarakat menjadi pelaku UMKM di seluruh kecamatan di Cianjur, membuat pemerintah daerah menargetkan tahun ini untuk memberdayakan ribuan pelaku UMKM baru dengan berbagai produk unggulan.
Menanggapi tingginya angka tersebut, pihaknya memberikan pendampingan pemasaran mulai dari ekspor, toko modern dan pendampingan sertifikasi halal serta pendampingan pemasaran online, sehingga pelaku UMKM dapat memasarkan produk ke berbagai pasar.
Ia mengungkapkan, selama ini banyak kendala yang dikeluhkan pelaku UMKM di Cianjur, sehingga berbagai program akan digulirkan guna memudahkan mereka untuk mendapat izin, permodalan hingga pasar dalam dan luar negeri.(*/rls/gil/rmd)
