CIANJUR – Bupati Cianjur, Herman Suherman, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa gudang penyimpanan logstik, Kamis (12/1/2022).
Mengetahui tata proses permohonan distribusi logistik yang rumit, Herman tidak ragu untuk memutus rantai birokrasi pengambilan kebutuhan sembako, sandang maupun pangan.
“Hari ini saya sengaja sidak ke pos penerimaan barang dan penyimpanan logistik. Ingin mengetahui bagaimana pendistribusiannya,” kata dia kepada wartawan di Gudang Logistik Balerancage, Jalan Siliwangi, Kamis (12/1/2022).
Ternyata, lanjut dia, biroksasinya rumit. Sekarang tidak perlu lagi ada persyaratan tanda tangan RT/RW, kepala desa, dan camat, agar logistik segera tersalurkan kepada yang berhak.
“Tadi saya menanyakan bagaimana prosesnya, ternyata pengambilan logistik harus ada tanda tangan RT/RW, kepala desa, dan camat. Saya pikir engga fungsi lah seperti itu,” tegasnya.
Herman ingin bantuan untuk warga mendapatkan haknya dengan cepat. Intinya kita ingin benar-benar memberikan sembako kepada warga yang membutuhkan.
“Walaupun ditanda tangan RT/RW, kades, camat, kalau di lapangan tidak membutuhkan, jangan (diberi)! Kalau sebaliknya, di lapangan diperlukan sekali tidak perlu birokrasi seperti itu, berikan. Ngapain di sini (gudang) juga tidak ada manfaatnya,” ungkapnya.
Dampak dari tata proses yang rumit, kata dia, membuat para relawan dan donatur memberikan bantuan langsung ke lokasi pengusian yang ada di pinggiran jalan saja, sehingga banyak penumpukan barang.
“Gudang-gudang di sini jangan terlalu sulit birokrasinya. Kita mudahan saja. Yang penting catatan bener-benar warga terdampak yang membutuhkan. Kita putus saja birokrasi yang menyulitkan itu,” Herman kembali menegaskan.
Namun, Herman mewanti-wanti. Tidak boleh siapapun yang memanfaatkan kemudahan dalam mengambil logistik untuk kepentingan pribadi.
“Kita tetap melakukan verifikasi. Tapi kita mudah, engga usah dipersulit,” pungkasnya. (rmd)
