bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Penanganan Stunting di Cianjur Sudah on The Track

0

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur di bawah kepemimpinan Bupati Herman Suherman telah berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka stunting di Kabupaten Cianjur turun menjadi sebesar 13,6% dimana lebih rendah dari target nasional yaitu 14%. Tren penurunan ini terus berlanjut di tahun 2023 hingga mencapai 11,4%.

Ketua TP-PKK Cianjur Hj Anita Sincayani Herman mengungkapkan kunci sukses keberhasilan Cianjur menurunkan angka stunting. Anita mengatakan perubahan pendekatan atau metode penanganan dengan melibatkan semua unsur termasuk masyarakat menjadi titik balik keberhasilan tersebut.

“Sebelumnya cuma nerima laporan dari Kapus (Kepala Puskesmas) dan ternyata malah tinggi (angka stunting). Waktu itu saya stres pas tahu angka stunting tinggi sampai 33,7 persen. Saya bilang ke Bupati makanya ini tidak bisa hanya ditangani satu dinas. Harus semuanya keroyokan. Alhamdulillah sekarang terbukti turun,” kata Anita dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 dan Hari Anak Nasional ke 40 di Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati, Cianjur, Kamis (8/8/2024).

Selain itu Bunda Forum Anak se-Kabupaten Cianjur itu mengapresiasi kinerja para Camat dan Kades serta UPTDP5A yang telah berhasil mengimplementasikan program-program yang memfokuskan pada peningkatan layanan intervensi stunting.

Anita menyebut program-program intervensi seperti Permata Kamila, yang memberikan makanan tambahan lokal kepada ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita, Gebrak Roasting (Gerakan Bersama Aksi Orang Tua Asuh Anak Stunting), dan JuFe (Jumat minum FE) telah terbukti efektif menurunkan angka prevalensi stunting di Cianjur.

“Masyaallah luar biasa kerja para Camat Pak Kades yang sudah menurunkan angka stunting di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Meskipun demikian, Anita menekankan bahwa pekerjaan penanganan stunting di Cianjur belum selesai. Ia menegaskan bahwa Bupati Herman menginginkan agar Cianjur bisa mencapai zero stunting.

“Kalau sudah semua desanya zero stunting, nanti ada hadiah dari Pak Bupati,” pungkasnya.

Senada dengan Anita, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A) Kecamatan Kadupandak, Ariens Sisca mengatakan program-program pengendalian dan pencegahan stunting yang digagas Bupati Herman terbukti efektif menurunkan angka stunting.

“Saya sebagai pelaksana tentu tahu program ini bisa dibilang dimulai dari hulu ke hilir. Mulai dari tingkat remaja di kelompok putri, kita berikan tablet tambah darah berupa Fe gunanya untuk mencegah ketika mereka menikah dan kemudian hamil anaknya bisa sehat tidak stunting,” jelasnya.

Sementara untuk penanganan anak di bawah umur dua tahun, Ariens menjelaskan terdapat program pemberian tambahan protein seperti telur ayam dan vitamin.

“Setiap hari konsumsi telur itu juga sudah salah satunya menurunkan angka stunting atau minimal berat badannya naik karena kan kita kasih protein satu hari satu telur,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur Ahmad Mutawali mengatakan saat ini Cianjur sudah terdapat 360 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori bebas stunting.

“Didasari hasil intervensi serentak yang dilaksanakan khusus pada bulan Juni 2024 terdapat 44 desa bebas stunting. Ini pencapaian yang luar biasa,” katanya.

Berikut daftar 44 desa bebas stunting berdasarkan intervensi serentak Juni 2024:

1. Kecamatan AGRABINTA:
SINARLAUT, BOJONGKASO, NEGLASARI, MEKARSARI, WANGUNJAYA

2. Kecamatan LELES:
PUKASARI, NAGASARI, SUKAJAYA, PURABAYA, SUKASIRNA, WALAHIR, SIRNASARI, MANDALAWANGI

3. Kecamatan SINDANGBARANG:
JATISARI, TALAGASARI, SIRNAGALIH
JAYAGIRI, MUARACIKADU, GIRIMUKTI, KERTAMUKTI

4. Kecamatan CIDAUN:
KERTAJADI

5. Kecamatan CIBINONG:
PAMOYANAN

6. Kecamatan KADUPANDAK:
PASIRDALEM, TALAGASARI, NEGLASARI, SUKAKERTA, SUKARAHARJA, BOJONGKASIH, SUKASARI, WARGASARI, WARGAASIH, SUKARESMI, GANDASARI

7. Kecamatan CIJATI:
PARAKANTUGU

8. Kecamatan SUKANAGARA:
SUKAJEMBAR

9. Kecamatan PAGELARAN:
PADAMAJU, SUKAMAJU

10. Kecamatan GEKBRONG
CINTAASIH, SUKARATU

11. Kecamatan SUKALUYU:
MEKARJAYA

12. Kecamatan BOJONGPICUNG:
NEGLASARI

13. Kecamatan CUGENANG:
GASOL

14. Kecamatan SUKARESMI:
CIKANYERE

15. Kecamatan CIKADU:
MEKARJAYA

Pencapaian terbaik ini membuat Kabupaten Cianjur pun berada di peringkat ketiga dalam penurunan angka stunting dari 27 kabupaten dan kota di di Jawa Barat tahun 2023, dari asalnya berada di peringkat 26 tahun 2021.(rls/adv/rmd)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html