PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyalurkan bantuan sosial langsung kepada penerima di beberapa sektor yang dipusatkan di Pasar Induk Cianjur, Jumat (9/12). Penyalur bantuan sosial terdiri dari tiga perangkat daerah ditambah satu perangkat daerah melaksanakan program padat karya.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, menyebutkan tiga perangkat daerah yang melaksanakan program bantuan sosial yaitu Diskoperdagin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Sedangkan perangkat daerah yang melaksanakan program padat karya yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
“Hari ini (Jumat), ada program penyaluran bantuan sosial dari tiga OPD (organisasi perangkat daerah) dan satu OPD yaitu Dinas Perkim yang melaksanakan program padat karya,” terang Tohari di sela kegiatan di Pasar Induk Cianjur, Jumat (9/12).
Diskoperdagin menyalurkan bantuan sosial untuk 1.135 orang pelaku UMKM. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Di Disbudpar, bantuan sosialnya disalurkan bagi pekerja pariwisata sebanyak 170 orang yang merupakan sisa dari 2 ribuan orang. Masing-masing pekerja pariwisata mendapatkan bantuan sosial sebesar Rp500 ribu.
Sementara di Disnakertrans, bantuan sosialnya disalurkan untuk pekerja atau buruh sebanyak 700 orang. Masing-masing buruh atau pekerja mendapatkan bantuan sebesar Rp450 ribu.
“Kalau program padat karya melibatkan 40 orang yang merupakan anggota K5 di Pasar Induk. Pekerjaan program padat karya dilaksanakan di Pasar Induk Cianjur,” pungkas Tohari.
Kepala Bidang UMKM Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Epra Haryono, mengatakan bantuan sosial kali ini disalurkan bagi pelaku UMKM. Mereka yang mendapatkannya berasal dari 11 kecamatan.
“Ada di antaranya dari Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Cibeber, sampai ke Haurwangi. Mereka yang menerima bantuan merupakan hasil verifikasi tahun lalu” kata Epra.
Setiap pelaku UMKM menerima bantuan sosial sebesar Rp1 juta. Bantuannya dialokasikan dari keuangan daerah atau APBD Kabupaten Cianjur.
“Kalau yang dari pusat itu beda lagi. Kali ini bantuannya dari APBD Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.(*)
