CIANJUR – Seorang pelajar asal Kabupaten Cianjur di Provinsi Bartin, Kota Bartin, Turki menyebutkan ada tiga orang Warga Negara Indoensia (WNI) mengalami luka-luka akibat terdampak gempa bumi 7,7 magnitudo.
Seorang pelajar tersebut merupakan Muhamad Hauzan Syafieq (18) pelajar di Turki asal Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Hauzan mengisahkan, saat pertama gempa bumi terjadi magnitudo 7,7, dirinya tidak merasakan guncangan gempa bumi yang sangat kuat tersebut. Karena dirinya berada jauh dari titik gempa bumi.
“Lokasi tempat saya tinggi dengan titik gempa bumi terjadi itu jaraknya sejauh 629 kilomter, jadi gempanya tidak terasa, dan ketika itu saya sedang tidur,” ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, gempa bumi besar dengan magnitudo 7,7 tersebut berdampak terdampak terhadap 10 kota, di antaranya Gaziantep, Kahramanmaraş , Malatya, Hatay, Osmaniye, Diyarbakır, Adiyaman, dan Sanilurfa.
“Dari 10 kota yang terdampak gempa bumi tersebut, terdapat ada sebanyak 500 WNI yang terdampak gempa bumi, dan terdapat tiga pelajar asal Indonesia yang mengalami luka-luka,” katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari forum pelajar Indonesia, ketiga pelajar yang mengalami luka-luka akibat terdampak gempa bumi sudah mendapatkan penanganan medis.
“Sedangkan untuk pelajar atau WNI asal Cianjur hingga sejuah ini tidak ada yang terdampak, karena mereka tinggalnya jauh dari titik gempa bumi,” katanya.
Dia mengatakan, perkembangan kondisi wilayah yang terdampak gempa bumi saat ini pemerintah Turki sudah mengerahkan ribuan petugas penanganan bencanan untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
“Sejumlah petugas kebencaaan dari pemerintah setempat tersebut diberikan waktu selama 72 jam untuk bisa mengevakuasi bebeapa korban yang terjebak di reruntuhan bangunan,” kata dia.
Hauzan menambahkan, berdasarkan informasi dari media massa di Turki dampak gempa bumi tersebut diperkirakan sudah mencapai 33.381 korban jiwa. Sejumlah volunteer dari sejumlah negara sudah mulai berdatangan.
“Gempa bumi yang terjadi dibeberapa kota di Turki itu, tidak terlalu berdampak di kota tempat tinggal saya, sehingga aktivitas sehari-hari pun tidak terlalu berdampak juga,” katanya.(nov)
