bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Nah Lho! Warga di Kaki Gunung Gede Tolak Proyek Panas Bumi

0

CIANJUR – Ratusan warga berunjuk rasa ke DPRD Kabupaten Cianjur, Jumat (19/5/2023). Mereka menyuarakan aspirasinya menolak proyek geothermal atau panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango.

 

Berdasarkan pantauan, massa menggunakan berbagai kendaraan tiba di DPRD sekitar pukul 08.30 WIB. Dengan membentangkan berbagai atribut bertuliskan protes dan penolakan keberadaan proyek geothermal, beberapa koordinator lapangan melakukan orasi.

 

Di sisi lain, perwakilan warga beraudiensi dengan jajaran Pemkab Cianjur yang difasilitasi Komisi A dan C DPRD Kabupaten Cianjur. Pada audiensi, perwakilan pendemo mempertanyakan sejauh mana kajian komprehensif gothermal.

 

“Karena yang kami pahami Pemkab Cianjur baru mendapatkan dari satu pihak ESDM mengenai dampak positifnya. Tapi dampak negatifnya belum pernah dibahas,” kata Aher Rojudin, kooridinator aksi, kepada wartawan, Jumat (19/5).

 

Aher memandang perlu beraudinsi untuk memberikan gambaran dampak negatif geothermal. Sehingga pemerintah daerah mengkajinya secara menyeluruh.

 

“Dalam audiensi tadi, Asda Pemkab Cianjur menyatakan sudah mendapatkan surat dari Kementrian ESDM sejak 2020 lalu. Sementara pihak ketiga baru tiga bulan. Ini kan tidak relevan. Artinya sebelum terjadi gempa mereka sudah ada eksplorasi survei awal,” tegasnya.

 

Didasari berbagai pertimbangan, Aher mewakili warga di kaki Gunung Gede Pangrango menolak proyek panas bumi di wilayahnya. Ia memikirkan dampak negatif yang bakal ditimbulkan.

 

“Kita setuju dengan program pemerintah berkaitan geothermal. Tapi di satu sisi kami berhak untuk menolak itu karena kita mendapatkan referensi di daerah lain tidak ada pengeboran yang tidak berdampak, semua ada dampaknya,” katanya.

 

Selain itu, Aher juga mengatakan sumber air yang jadi sumber kehidupan. Jika proyek terlaksana, maka bakal terjadi pembatasan.

 

“Kita sekarang menggunakan air yang natural. Nanti sudah tidak narural lagi. Selain itu, kebutuhan air untuk geothermal itu membutuhkan air sebanyak 3 liter per detik, bahkan ada sumber lain yang menyebutkan kebutuhan mencapai 1.500 leter air per detik,” pungkasnya

 

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, Muhammad Isnaeni, mengaku menampung semua aspirasi yang disampaikan masyarakat. Dari penjelasan, sejauh ini tahapannya baru awal.

 

“Saat ini baru melakukan satu tahapan. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Sekarang baru tahap survei awal,” kata politikus Fraksi Partai Golkar ini.

 

Isnaeni pun mendorong sosialisasi dilakukan secara menyeluruh kepada masyarakat. Bila perlu masyarakat dibawa studi banding ke lokasi yang sudah berjalan.

 

“Bawa masyarakat ke tempat yang sudah berjalan sehingga mereka bisa melihat langsung dampak apa saja yang ada kalau ada geothermal,” pungkasnya. (nov)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html