bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Helaran Hari Jadi Cianjur Semrawut: Penonton Tembus Brikade hingga Tak Ada Tim Medis Saat Insiden Jatuhnya Pemain Seni Egrang

0

CIANJUR – Iring-iringan Helaran Seni dan Budaya memperingati Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-347 dan HUT RI ke-79 diwarnai insiden kecelakaan pada pemain seni Egrang. Mirisnya, tidak ada tim medis yang menangani peristiwa tersebut, Minggu (11/8/2024).

Insiden kecelakaan tersebut dialami Deri Herdiansyah (34) pemain kesenian Egrang dari Kecamatan Mande, di Jalan Siliwangi. Ia terjatuh dari ketinggian sekitar 4 meter dan menimpa seorang wartawan Tribun Jabar, Fauzi Noviandi, yang tengah meliput.

Beruntung, Deri tidak mengalami cedera dan luka yang serius. Ia mengaku hanya mengalami syok.

Insiden tersebut berawal dari anggota Satpol PP Cianjur yang sigap menolong seorang warga yang pingsan dengan menggendongnya. Namun anggota Satpol PP tersebut tak sengaja menyengol pemanin kesenian egrang.

“Awalnya ada yang pingsan. Terus anggota Satpol PP menggendongnya dan tidak sengaja menyenggol saya dengan kencang,” ungkap Deri Hardiansyah, pemain kesenian egrang, kepada wartawan, Minggu (18/8/2024).

Deri mengaku, mulanya ia tidak tahu siapa yang menyenggolnya karena secara tiba-tiba jatuh ke aspal. Ia pun hanya ditolong oleh timnya sendiri dan beberapa orang di sekitar.

“Alhamdullih tidak apa-apa, kaki aman, saya pun langsung dianjurkan untuk menghampiri petugas kesehatan, tapi tak tahu ada di mana tempatnya,” kata dia.

Deri mengaku dirinya sempat menunggu beberapa menit di depan Pemkab Cianjur, namun petugas kesehatan tak kunjung datang.

“Hampir setiap tahun dirinya selalu ikut memeriahkan Haleran yang diadakan Pemkab Cianjur. Awal untuk memeriahkan haleran itu diminta Pemkab Cianjur melalui kecamatan lalu ke desa lalu ke teman saya. Kalau buat saya untuk memeriahkan dimana pun hayuu saja,” ungkapnya.

Di sisi lain, berdasarkan pantauan. Bukan hanya tidak ada tim medis dalam penanganan keselamatan jika terjadi insiden kecelakaan. Penonton pun bisa leluasa masuk ke dalam barisan iring-iringan helaran.

Tidak ada batas atau jarak antara peserta helaran dengan penonton. Hal ini mengakibatkan peserta helaran cukup kesulitan untuk melewati rute dan rawan terjadi kecelakaan.

Seperti yang tampak pada video ini. Penonton tumpah ruah ke jalan tanpa ada pembatas. Beberapa peserta kesenian egrang terlihat kesulitan saat melewati rute di Jalan Siliwangi karena jalan menyempit.

Ada juga beberapa warga masuk ke dalam iring-iringan helaran Kuda Kosong. Beberapa orang tampak santai berswafoto (selfie) tanpa ada penjagaan. (*/rmd)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html