Bewaracianjur.com– Aksi penuh ketegangan terjadi di Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, ketika petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciranjang harus mengevakuasi sarang tawon vespa raksasa yang bersarang di atap rumah kontrakan warga.
Operasi penyelamatan itu dilakukan pada malam hari di tengah hujan deras demi mencegah serangan serangga beracun yang sudah sempat melukai warga.
Peristiwa bermula saat Wiwi (34), penghuni rumah kontrakan, hendak memeriksa toren air yang tidak mengalir selama dua hari. Saat naik ke atap menggunakan tangga bambu, ia terkejut mendapati sarang tawon berukuran besar menempel di bawah asbes.
“Saya langsung panik waktu lihat sarangnya, besar banget dan posisinya dekat toren. Saya khawatir nyerang warga, jadi langsung lapor ke call center 110,” kata dia kepada wartawan, kemarin.
Sebelum laporan dibuat, satu warga diketahui sudah menjadi korban sengatan tawon tersebut. Korban mengalami bengkak di tangan dan sempat mendapat pertolongan dari warga sekitar. Kejadian itu membuat warga makin cemas dan mendesak agar sarang segera dievakuasi.
Laporan Wiwi kemudian diteruskan oleh pihak kepolisian ke Kapolsek Bojongpicung dan Damkar Ciranjang. Tim Damkar pun memutuskan untuk melakukan evakuasi pada malam hari, mengingat aktivitas tawon lebih tenang pada waktu tersebut.
Menurut Irfan, petugas Damkar Ciranjang yang memimpin operasi, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi sarang berada di ketinggian dan dekat kabel listrik. Hujan deras yang mengguyur juga membuat atap licin dan menunda aksi selama beberapa saat.
“Evakuasinya berisiko tinggi, tapi karena sudah ada warga yang tersengat, kami tidak bisa menunda. Kami lanjutkan begitu hujan agak reda,” ujarnya.
Setelah hampir dua jam bekerja, petugas akhirnya berhasil menurunkan dan memusnahkan sarang tawon vespa tersebut. Warga yang menyaksikan dari kejauhan menyambut lega dan bertepuk tangan ketika petugas berhasil menyelesaikan tugas berbahaya itu.
Kini kawasan rumah kontrakan tersebut dinyatakan aman. Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar tidak mencoba membasmi sarang tawon sendiri tanpa perlindungan yang memadai.
“Kalau menemukan sarang seperti ini, segera laporkan ke kami atau aparat desa. Jangan bertindak sendiri karena risikonya tinggi,” tegas Irfan. (Red)
