Bewara Cianjur – Realisasi investasi di Kabupaten Cianjur hingga triwulan dua tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut mendekati target investasi yang dibebankan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebesar Rp1,9 triliun.
Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, mengatakan, capaian investasi tersebut dihimpun dari Januari hingga Juni 2025. Menurutnya, tren investasi di Cianjur masih positif dan diharapkan mampu menutup sisa target pada semester berikutnya.
“Triwulan dua, Juni, realisasi sudah mencapai Rp1,6 triliun dari target Rp1,9 triliun. Per triwulan, capaian Januari sampai Maret kami rekap di bulan April,” kata dia kepada Wartawan, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan data DPMPTSP, jumlah kegiatan usaha yang tercatat mencapai 1.083 bidang. Investasi terbesar berasal dari industri barang dari kulit dan alas kaki dengan nilai mencapai Rp1,2 triliun. Sementara itu, sektor perdagangan dan reparasi menempati posisi kedua dengan nilai Rp36 miliar.
Selain itu, investasi juga datang dari industri makanan sebesar Rp35 miliar, pertambangan Rp35 miliar, perumahan kawasan industri dan perkantoran Rp20 miliar, serta sektor peternakan Rp14 miliar.
“Sektor-sektor ini menunjukkan bahwa minat investor ke Cianjur cukup beragam,” kata Superi.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, target investasi tahun 2024 ditetapkan Rp1,8 triliun. Namun realisasi yang tercapai justru lebih tinggi, yakni Rp2,8 triliun sehingga terjadi surplus. Capaian itu menjadi motivasi Pemkab Cianjur untuk kembali mempertahankan tren positif di tahun ini.
Superi menambahkan, sebanyak 301 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat melakukan pelaporan investasi.
“Untuk mengejar sisa target 2025, kami gencarkan melakukan upaya door to door ke perusahaan dan calon investor agar realisasi dapat melampaui target sebagaimana tahun sebelumnya,” ujarnya. (Red)
