CIANJUR – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Cianjur memberikan bantuan kepada korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pagelaran, Selasa (10/12/2024).
Sekretaris Diskuperdagin Cianjur, Wahyu Ginanjar mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban para korban bencana alam.
“Bukan hanya bantuan sembako, kami juga memberikan beragam jenis pakaian seperti baju dewasa, celana dewasa, daster, gamis, baju anak dan jaket,“ ujarnya,
Sekadar informasi, akibat dampak bencana terus meluas hingga 18 kecamatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memperpanjang masa tanggap Darurat Bencana (TDB) longsor, pergerakan tanah atau tanah amblas dan banjir.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Wijaya. Menurutnya, rencana awal tanggap darurat bakal berakhir di pekan ini tepatnya pada 11 Desember 2024. Namun karena bencana terus terjadi dan meluas, status TDB diperpanjang.
“Iya TDB kita perpanjang hingga tanggal 18 Desember 2024, karena hampir setiap hari hujan deras mengguyur Cianjur dan terjadi bencana susulan,” ujarnya, Senin (9/12/2024).
Terkait jumlah kecamatan yang terdampak longsor, pergerakan tanah dan banjir, Asep menyebutkan, tercatat berjumlah 18 kecamatan.
“Data sebelumnya 15 kecamatan, ternyata bertambah sekarang tercatat ada 18 kecamatan yang terdampak. Dan kemungkinan bisa bertambah, karena kondisinya masih terjadi hujan deras,” kata dia.
Berdasarkan data yang masuk, sambung dia tercatat ada 625 rumah rusak, 544 rumah terendam, 280 rumah terancam, serta sebanyak 800 warga mengungsi akibat rumah terdampak pasalnya rumah yang ditempati rusak serta terancam.
“Total yang mengungsi awalnya ada 1.000 lebih karena dampak banjir. Tapi pasca air surut, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, sekarang yang mengungsi tinggal 800 orang,” kata dia.
Pihaknya tetap mengimbau warga untuk tetap siaga saat terjadi hujan deras. “Kami imbau tetap siaga dan waspada, apalagi saat hujan deras,” pungkasnya.(*/rls/gil/rmd)
