CIANJUR – Bangunan tembok penahan tanah (TPT) di TPA Pasirsembung di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur setinggi hampir 8 meter ambruk, Kamis (18/3/2023) malam. Akibatnya, tiga bangunan di permukiman warga di Kampung Kandangsapi kondisinya rusak.
Berdasarkan informasi, saat bangunan TPT ambruk, warga mendengar suara gemuruh. Warga yang saat itu sedang berada di dalam rumah, segera berlarian menyelamatkan diri.
Hilman (26) misalnya, saat kejadian ia tengah berada di dalam rumah kontrakannya bersama istri dan anak. Saat mendengar suara gemuruh, mereka segera berlarian ke luar rumah.
“Alhamdulillah, di dalam rumah tidak ada yang terluka karena tertimpa tembok yang ambruk,” kata Hilman kepada wartawan, Jumat (20/5/2023).
Tembok yang ambruk menimpa dua bangunan rumah kontrakan, musala, dan MCK. Dari semua bangunan yang terdampak tidak ada korban jiwa ataupun luka.
“Di dalam musala serta MCK juga saat itu sepi,” tuturnya.
Ambruknya bangunan TPT diduga karena konstruksinya labil akibat terlalu tinggi. Menurut warga setempat, sejak awal kondisi bangunan TPT sudah tampak miring.
“TPT tersebut dibangun dekat aliran sungai. Ditambah kondisi tanahnya juga labil,” kata Jamaludin (44), warga lainnya.
Warga sudah meminta agar bangunan TPT tak dibuat tinggi. Kalaupun harus tinggi, kata Jamaludin, pondasinya harus diperkuat. “Namun permintaan kami tak direspons,” tegasnya.
Saat ini warga yang terdampak mengungsi sementara. Bangunan dan fasilitas yang terdampak sedang ditangani. “Warga terdampak mengungsi ke rumah kerabatnya,” pungkasnya. (nov)
