JAKARTA – Wakapolres Puau Taliabu Kompol Sirajuddin mengungkapkan komunikasi terakhirnya dengan calon gubernur (cagub) Maluku Utara (Malut), Benny Laos, sebelum kapal yang ditumpangi Benny meledak. Simak!
“Waktu itu saya bersama kasie dokkes dan kasat lantas naik di atas speedboat. Waktu itu sedang pengisian BBM dengan cara manual, jadi kami ingatkan bilang ini tidak safety,” ujar Kompol Sirajuddin, Senin (14/10/2024).
Namun, menurut Sirajuddin, Benny saat itu merespons pernyataan Sirajuddin dengan datar. Padahal, menurut Sirajuddin, dia sudah memperingatkan Benny karena dia mencium aroma bensin yang menyengat dari kapal yang ditumpangi Benny.
“Beliau (Benny Laos) respons datar-datar aja. Karena di dalam speedboat kami cium bau bensin itu sangat menyengat, baik hidung maupun mata,” ucap Sirajuddin.
Menurut Sirajuddin, saat pengisian BBM sedang berlangsung, motoris sempat mengingatkan beberapa orang yang berada di atas speedboat agar tidak merokok.
Polisi kemudian turun dan meninggalkan kapal tersebut, namun selang 5 menit kapal yang ditumpangi rombongan Benny Laos tiba-tiba meledak.
Diketahui, Sirajuddin bersama jajaran kepolisian juga naik ke kapal untuk mengecek kondisi di atas kapal Benny Laos yang blusukan di Desa Bobong.
Rencananya Benny Laos akan pergi ke Desa Kawalo yang ditempuh lewat jalur laut, dan selanjutnya ke Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Seperti diketahui, kapal atau speedboat milik salah satu calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, dikabarkan meledak dan terbakar, Sabtu (12/10/2024) lalu.
Kapal terbakar di Pelabuhan Bobong, Pulau Taliabu. Informasi yang beredar speedboat yang ditumpangi 41 penumpang itu terbakar pukul 11.45 WIT.
Speedboat terbakar ketika proses pengisian bahan bakar di Pelabuhan Bobong sebelum “angkat jangkar” menuju lokasi kampanye Pilkada Maluku Utara di Desa Kawalo.(istimewa)
Sumber: detikSulsel
