CIANJUR – Pergerakan tanah masih terjadi di dua desa di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Senin (25/11/2024). Hinggi kini, tercatat ada sebanyak 680 jiwa diungsikan dan dievakuasi di Kecamatan Kadupandak dan Takokak.
Berdasarkan data yang didapat, bencana pergerakan tanah di Kecamatan Kadupandak, ada 273 jiwa (71 KK) di Kecamatan Kadupandak harus diungsikan dan 407 jiwa (135 KK) di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak harus dievakuasi.
Plt Camat Kadupandak, Asep Saepudin, mengatakan, pergerakan tanah di Desa Sukaraja dan Wargasari terus terjadi hingga ada penurunan tanah sedalam 3 meter.
“Hingga saat ini masih terpantau adanya pergerakan tanah, sehingga warga yang rumahnya rawan pun akhirnya harus dievakuasi,” kata dia.
Dari laporan-laporan yang dia terima, sejumlah lokasi terdampak kini level tanahnya semakin menurun.
“Yang tadinya turun 50 sentimeter, kini sudah sampai 2 meter penurunan tanahnya. Itu laporan kondisi di lapangan,” kata Asep.
Dia menuturkan, bencana pergeseran tanah separah itu baru kali ini terjadi. Penyebabnya, diduga akibat curah hujan yang tinggi secara terus menerus.
“Sampai saat ini hujan masih sering terjadi. Bahkan terdapat 1 rumah warga di Wargasih yang rumahnya ludes terbakar akibat tersambar petir, itu terjadi kemari,” jelasnya.
Sementara, jalur-jalur yang terputus akibat tetimbun longsor pun kini tengah dalam penanganan oleh Dinas PUTR Kabupaten Cianjur.
“Kemarin ada video longsor yang viral karena batu besar menutup jembatan, itu di Desa Wargaasih. Itu perbatasan dengan Kecamatan Takokak, dan saekarang masih dalam penanganan,” ungkapnya.
Di sisi lain, akibat bencana pergeseran tanah yang rusak rumah warga setidaknya 273 jiwa harus mengungsi di dua kecamatan, Kadupandak dan Takokak.
“Bencana pergeseran tanah itu terjadi di 2 desa yakni Desa Sukaraja dengan jumlah korban 21 KK dengan kurang lebih 60 jiwa, serta di Desa Wargasari dengan 60 KK dengan 213 jiwa. Semuanya mengungsi, ada yang ke rumah keluarga, ada yang ke gedung balai desa,” ungkapnya.
Di lokasi sekitar balai desa pun kini sudah tersebut dapur umum, layanan kesehatan juga posko. Pasalnya, status tanggap darurat bencana telah ditetapkan.
Warga terdampak, juga disebutkan telah mengamankan barang-barang berharganya dari rumah yang rawan ambruk, sebagian pun disimpan di balai desa.
“Isi rumah merek apun sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, ke rumah saudara atau ke aula desa. Selama memadai itu tidak masalah,” kata dia.
Sementara itu, Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (NPN) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan pihaknya telah menetap status tanggap darurat bencana setelah sejumlah kecamatan di Cianjur dilanda bencana.
“Hingga Minggu, 24 November 2024 kemarin, kita telah mencatat terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di beberapa kecamatan,” ungkap Asep,
Pemerintah pun menetapkan status tanggap darurat benacana untuk pergeseran tanah dan longsor yang terjadi di Kecamatan Takokak dan Kadupandak yang menimbulkan puluhan rumah rusak dan ratusan warga terpaksa mengungsi.
“Mulai hari ini kita tetapkan status tanggap darurat bencana sampai 7 hari ke depan,” kata Asep lagi.
Dengan begitu, lanjutnya, pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) bisa mengadakan dapur umum untuk warga, juga BPBD pun bisa mendirikan tenda-tenda darurat.
“SK-nya saat ini sedang diurus. Sementara beberapa regu dari BPBD juga sudah berada di lokasi untuk membantu kebutuhan warga hingga evakuasi material longsor yang menutupi jalan di Desa Wargaasih,” ungkapnya.(*/rmd)
