CIANJUR – Satu bangunan yang terdiri dari 12 kobong atau kamar santri di Pesantren Al-Hijrah, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terbakar, Senin (8/7/2024) siang.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur Hendra Wira mengatakan, api yang membakar bangunan lantai dua itu diduga akibat konsleting listrik.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran tersebut, karena pada saat kebakaran para santri saat tengah melakukan pengajian rutinan.
“Jadi bangunan yang terbakar itu di lantai dua tempat santri istirahat atau kamar, pada saat itu para santri tengah melakukan aktivitas rutinan mengaji di lantai satu,” tuturnya, Senin (8/7/2024).
Api pun berhasil dipadamkan setelah satu jam penanganan oleh petugas pemadam kebakaran dan dibantu oleh warga setempat dan para santri.
“Kita turunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan Tujuh orang petugas dan dibantu warga di lokasi, sekitar satu jam penanganan api berhasil padam,” terangnya.
Sementara itu, menurut Pemilik Pesantren Al-Hijrah Cecep Kosasih (65) mengatakan, 12 kamar yang terbakar merupakan kamar para santri laki-laki.
“Peralatan untuk mengaji dan pakaian para santri semuanya ludes terbakar tidak ada yang tersisa. Kurang lebih semuanya kerugian mencapai 300 juta,” jelasnya.
Saat ini, pihak pondok Pesantren dan para santri tengah membersihkan sisa-sisa puing yang terbakar.
“Untuk nanti para santri akan di pindahkan sementara waktu ke ruangan yang masih aman tidak terbakar,” tutupnya.(*/rmd)
