bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Peningkatan Literasi Masyarakat Tingkatkan PAD, Dispusipda Jabar Resmikan ASIIK di P3DW Cianjur

0

Bewara Cianjur — Dalam upaya mendorong budaya baca dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat menyerahkan secara resmi Anjungan Literasi Elektronik (ASIIK) kepada Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Cianjur pada Selasa (8/7).

Kepala Dispusipda Jawa Barat, Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menjelaskan bahwa ASIIK merupakan inovasi literasi digital yang menghadirkan ribuan buku elektronik dan konten multimedia dalam genggaman masyarakat. Menariknya, akses ke materi tersebut tidak memerlukan kuota internet karena cukup dengan memindai QR Code yang tersedia.

“ASIIK adalah bentuk literasi yang ramah digital, mudah diakses, dan bebas kuota. Tahun 2024 kami uji coba di empat titik, dan tahun ini kami meresmikan empat spot baca lagi, salah satunya di P3DW Cianjur,” ujarnya.

 

Gusti Agung menambahkan, titik-titik ASIIK diprioritaskan di lokasi yang memiliki lalu lintas pengunjung tinggi, terutama di instansi perangkat daerah milik Provinsi Jawa Barat, agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat. Program ini juga telah direplikasi oleh beberapa kabupaten/kota lain, membuktikan efektivitasnya dalam membangun budaya literasi.

Dispusipda mencatat, Provinsi Jawa Barat saat ini menempati peringkat keempat dalam tingkat minat baca nasional, di bawah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, Kepala P3DW Kabupaten Cianjur, Dr. Irvan Niko Firmansyah, menyambut baik hadirnya spot baca digital ini. Ia menyatakan komitmennya untuk mempromosikan ASIIK kepada para wajib pajak yang menunggu layanan.

“Kami akan bantu Dispusipda dalam mempromosikan spot baca ini. Wajib pajak yang menunggu bisa memindai QR Code dan menambah ilmu. Literasi meningkat, pendapatan daerah pun ikut tumbuh,” kata Niko.

 

Menurutnya, peningkatan literasi berkontribusi langsung terhadap peningkatan PAD. Masyarakat yang melek informasi dan berpengetahuan luas akan lebih produktif, meningkatkan perekonomian, serta kesejahteraan. Hal ini pada akhirnya mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan maupun pajak lainnya.

Program ASIIK menjadi contoh sinergi yang baik antara inovasi literasi dan pengelolaan pendapatan daerah—membuktikan bahwa membaca bukan hanya membuka jendela dunia, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah.(Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html