CIANJUR – Reformasi birokrasi di tubuh Pemerintah Kabupaten Cianjur di bawah kepemimpinan Bupati Cianjur Herman Suherman ternyata bukan hanya isapan jempol. Hal ini terungkap saat peresmian Rumah Sakit (RS) Edelwiess Bentang Salapan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 9 September 2024.
Direktur Utama PT Bentang Salapan Kahuripan, dr Poundra Adhisatya Pratama, MPH, MBA mengungkapkan kesaksiannya terhadap transformasi birokrasi yang sudah berjalan di Pemkab Cianjur. Hal tersebut ia rasakan saat mengurus perizinan pembangunan RS Edeliwess Bentang Salapan di Cianjur.
“Pada pertemuan di bulan Mei 2022 saya ingat betul Pak Bupati berjanji kepada saya tidak akan ada yang mempersulit pembangunan rumah sakit di Cianjur. Dan pagi ini saya bersaksi dan menyampaikan beliau telah menepati janji beliau dengan sepenuh-penuhnya,” ungkap Poundra dalam sambutannya di acara Grand Opening RS Edelwiess.
Poundra melanjutkan, awalnya ia ragu karena ada pihak-pihak yang menakut-nakuti akan sulitnya perizinan di Cianjur. Namun hal tersebut terbantahkan, saat dirinya langsung bertemu Bupati.
Terbukti, kata Poundra, dukungan Bupati terhadap berdirinya RS Edelwiess ini sangat totalitas. Menurutnya, semua perizinan tidak ada yang dipersulit atau melalui jalur belakang.
“Dengan sangat cepat dan supportif bapak-ibu Kepala Dinas juga tidak henti-hentinya memberikan dukungan dan support, tidak ada yang mempersulit dan rumah sakit ini berdiri dokumen semua lengkap tidak ada yang by pass. Semua saya rasa adalah bukti progresifitas kepemimpinan bapak Bupati bahwa birokrasi di Cianjur telah bertransformasi,” ujarnya.
“Bupati sangat menyambut hangat investasi terutama di bidang kesehatan untuk Kabupaten Cianjur. Saya ucapkan terima kasih, saya apresiasi sekali, pokoknya sangat terasa,” sambungnya.
Senada dengan Poundra, CEO Edelweiss Healthcare Group, Syauqi Robbani juga mengungkapkan hal yang sama. Alasan Cianjur dipilih sebagai lokasi pembangunan rumah sakit yang telah menghabiskan dana hampir Rp 200 Miliar tersebut karena Bupati Cianjur dianggap paling supportif dibanding wilayah lainnya.
“Ketika kita ekspansi, kebetulan Pak Bupati Pak Herman kita ngobrol sangat supportif paling supportif dibanding dengan beberapa wilayah lain saat itu. Sehingga kita putuskan Cianjur menjadi prioritas pembangunan rumah sakit di samping memang kebutuhannya juga cukup,” kata Syauqi.
Ia pun mengapresiasi kinerja dari Bupati Herman terutama terkait dengan kemudahan investasi.
“Saya pikir total dari audensi dengan Pak Bupati sampai RS ini jadi hanya 3 tahun, kurang lebih. Sangat sulit, sangat jarang pembangunan rumah sakit dari inisiasi sampai operasional dalam waktu 3 tahun, ini sangat cepat sekali,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Herman berharap dengan adanya RS Edelwiess ini, bisa menjadi sarana peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Cianjur. Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Cianjur juga turut meningkat.
“Saya atas nama Pemkab Cianjur mengucapkan selamat atas dibukanya RS Edelweiss Bentang Salapan di Kabupaten Cianjur. Mudah-mudahan ini memberikan motivasi agar pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakatnya semakin baik. Kalau derajat kesehatan membaik, maka IPM pun akan semakin meningkat,” ujarnya.(rls/rmd)
