CIANJUR – Bupati Cianjur Herman Suherman menghadiri launching gerakan orangtua asuh anak-anak stunting di tingkat kecamatan, Senin (13/3/2023).
Herman mengapresiasi gerakan yang dilaksanakan oleh Kecamatan Karangtengah ini. Sebab, baru pertama kali di tingkat kecamatan menggelar gerakan tersebut.
Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dalam upaya percepatan penerunan angka stunting.
“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk launching hari ini. Kecamatan Karangtengah merupakan kecamatan pertama yang menggelar launching gerakan orangtua asuh anak-anak stunting, dan akan ditiru oleh kecamatan-kecamatan yang lainnya di Kabupaten Cianjur sehingga stunting stunting yang sisanya bisa zero,” kata Herman.
Dan juga tentunya yang jangka menengah ibu-ibu hamil yang resiko tinggi mempunyai penyakit anemia harus terselesaikan dan
terobati sehingga ketika melahirkan ibu dan anaknya sehat dan selamat.
“Untuk jangka panjang bagi yang akan menikah harus diberi edukasi dulu dan juga remaja putri SMA maupun SMP kita punya program Jupe (Jumat pemberian Fe), sehingga ke depan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sehat,” bebernya.
Sementara itu, Camat Karangtengah, Djoko Purnomo, mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang anaknya mengalami stunting dibantu ringankan biaya.
“Membantu untuk makanan bergizi, kebutuhan dasarnya dengan cara gotong-royong semaksimal mungkin kita akan bantu, sehingga angka stunting di wilayah Kecamatan Karangtengah dapat terus menurun,” tuturnya.
Di 2021 lalu, anak stunting di Kecamatan Karangtengah ada 272 anak terkena stunting. Namun pihaknya berhasil menerunka angkat stunting menjadi 38 anak.
“Tentunya ini tidak lepas dari peranan berbagai pihak dor to dor bidan desa, bhabinsa, babinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan steakholder lainnya dan alhamdlilah untuk 2023 sisanya tinggal 36,” ujar Djoko.
Selain itu pemerintah Kecamatan Karangtengah selalu berikan sosialisasi kepada sekolah-sekolah anak remaja baik tingkat SMA/SMK bersama Dinkes dan PMI, sekaligus kegiatan donor darah dan pemberian zat besi untuk remaja yang terkena anemia.
“Kami berharap dengan digelarnya kegiatan ini tentunya dapat menurunkan angka stunting, baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat nasional,” pungkasnya.(*/dds)
