bewaracianjur.com
Terpercaya, Terhubung, Adil Sejak Dalam Pikiran

Wabup Cianjur Datangi Warga Gang Harapan I dan Minta Maaf, Ada Apa?

0

CIANJUR – Wakil Bupati Cianjur Tb Mulyana Syahrudin, menyambangi lokasi terdampak gempa di Gang Harapan I RW 12 Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Selain itu, pihak memberikan bantuan kebutuhan natura seperti beras, selimut, perlengkapan mandi, dan lainnya.

“Mohon maaf baru bisa menyambangi warga di sini,” kata Mulyana pada wartawan di halaman Masjid Al Ishlah RW 12, Jumat (23/12/2022).

Selain itu, dia mengatakan, akan mengupayakan bisa membantu rehabilitasi bangunan Masjid Al Ishlah yang kondisinya terbilang rusak parah seperti yang dimohonkan ketua RW setempat.

“Insya Allah nanti kami upayakan bisa membantu. Ini ada bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Semoga bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 12 Nunang Juarsah, mengungkapkan, kedatangan wakil bupati jadi penyemangat bagi warga di wilayahnya segera bangkit pascagempa.

“Kami ucapkan terima kasih atas kedatangan dan bantuannya dari pak wabup. Ini jadi penyemangat bagi warga. Kami apresiasi perhatian dari pak wabup,” katanya.

Menurut Nunang, secara kasat mata wilayahnya seperti tak terdampak gempa. Namun kenyataannya terdapat banyak bangunan rumah warga yang rusak.

“Hasil pendataan, ada sekitar 188 bangunan rumah warga yang rusak tersebar di tiga RT. Jumlah yang rusak berat sebanyak 66 unit dan rusak ringan 122 unit,” ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini warga yang rumahnya tak bisa ditempati, sementara waktu mengungsi di rumah kerabat dan juga menyewa tempat. Sekarang sedang dibangun hunian sementara yang pembiayaannya bersumber dari dana sosial PT Telkom Bandung.

“Sekarang halaman masjid mau dipakai untuk huntara (hunian sementara). Rencananya nanti akan dihuni warga yang rumahnya rusak berat. Hasil pendataan ada 10 KK (kepala keluarga) yang menghuninya. Itu yang nanti jadi prioritas penghuni huntara,” ucapnya.

Nunang mengaku tak mengetahui persis besaran anggaran pembangunan huntara. Pihaknya hanya sebagai penerima manfaat.

“Kalaupun nanti sudah tak terpakai, bekas huntara bisa dimanfaatkan sebagai tempat pengajian karena bangunan masjid dan madrasah rusak berat,” ucapnya.(nov)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

google-site-verification: google1fb702fc0f365d5d.html